SimpulRakyat.co.id, Makassar – Kepala SMK Negeri 6 Makassar, Andi Nursidah Galigo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus permintaan maaf atas kehebohan akibat beredarnya video viral di media sosial. Video tersebut menampilkan dirinya menyentuh tubuh seorang siswa menggunakan kaki, yang sempat dinarasikan warganet sebagai tindakan kekerasan, Minggu (26/07/2026).
Dalam keterangannya, Andi Nursidah menegaskan narasi kekerasan tidak sesuai fakta lapangan. Ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan upaya terakhir untuk membangunkan seorang siswa yang tertidur pulas dan tidak merespons panggilan verbal maupun sentuhan teman sekelasnya.
“Saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, khususnya orang tua siswa dan masyarakat luas, atas ketidaknyamanan dan kesalahpahaman yang timbul akibat video ini. Saya menyadari bahwa metode yang saya gunakan mungkin terlihat kurang tepat di mata publik, namun niat saya murni untuk memastikan keselamatan siswa,” ujarnya.
Kronologi kejadian, insiden bermula saat Andi Nursidah memasuki ruang kelas yang sedang kosong karena guru mata pelajaran tengah mengikuti kegiatan dinas di luar sekolah. Di dalam kelas, ia menemukan seorang siswa tertidur setelah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut penuturannya, siswa tersebut sebelumnya sudah dibangunkan oleh teman sekelas namun tidak memberikan respons. Saat Kepala Sekolah datang dan memanggil namanya pun, siswa tetap terlelap.
“Karena khawatir terjadi sesuatu pada kesehatan siswa mengingat ia tidak merespons sama sekali, saya mencoba membangunkannya. Saya menggunakan ujung kaki untuk menyentuh secara perlahan tubuh siswa sambil terus memanggil namanya. Ini dilakukan hingga siswa tersebut akhirnya terbangun,” urainya.
Andi menekankan tidak ada unsur niat jahat dalam tindakannya. “Saya sama sekali tidak memiliki niat melakukan kekerasan. Itu adalah bentuk kepedulian karena melihat siswa tidak sadar,” tambahnya.
Terkait penyebaran video, Andi Nursidah menyayangkan kebocoran rekaman internal ke ranah publik. Ia memastikan video tersebut hanya dikirim ke grup internal sekolah sebagai bahan refleksi bagi para guru mengenai pentingnya pengawasan kelas, terutama saat guru berhalangan hadir.
“Video tersebut tidak pernah saya unggah ke media sosial maupun sebarkan ke luar lingkungan sekolah. Sangat disayangkan video ini beredar dengan narasi yang tidak utuh sehingga menimbulkan persepsi negatif,” tegasnya.
Hingga kini, pihak SMKN 6 Makassar menyatakan siap kooperatif penuh apabila Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan atau pihak berwenang memerlukan klarifikasi lebih lanjut. Sekolah menghormati segala proses pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami berharap masyarakat dapat menerima permohonan maaf kami dan menunggu hasil klarifikasi secara menyeluruh. Mari kita bersama-sama menjaga edukasi yang positif dan tidak langsung menyimpulkan peristiwa hanya berdasarkan potongan video singkat tanpa konteks yang lengkap,” tutup Andi Nursidah. (Restu)


Tinggalkan Balasan