SimpulRakyat.co.id, Makassar – Polda Sulawesi Selatan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) kembali menerima satu jenazah korban kecelakaan laut KM Nurul Salsa untuk menjalani proses identifikasi lanjutan. Penyerahan jenazah ini merupakan bagian dari rangkaian penanganan korban yang dilakukan secara profesional dan terukur melalui metode Disaster Victim Identification (DVI), guna memastikan keakuratan identitas serta memberikan kepastian kepada keluarga korban, Sabtu (25/07/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Biddokkes Polda Sulsel pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan dipimpin oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H.
Konferensi pers juga dihadiri Kakansar Makassar Muhammad Arif Anwar, S.Sos., M.M., Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, M.A.R.S., QHIA, Tim DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol. drg. Ahmad Fauzi, M.M., GDFO., Sp.OF., Subsp.IOF.(K), serta Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel.
Dalam keterangannya, Kabid Humas menyampaikan bahwa jenazah tersebut ditemukan di wilayah Pulau Matalaang dan telah dievakuasi ke Makassar untuk selanjutnya diidentifikasi oleh tim DVI.
“Jenazah yang ditemukan telah diserahterimakan dan akan dilakukan identifikasi lebih lanjut. Dari 17 orang yang sebelumnya dinyatakan dalam pencarian, hingga saat ini telah ditemukan 3 orang, sehingga masih terdapat 14 orang yang masih dalam proses pencarian,” ujar Kombes Pol. Didik Supranoto.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan kelancaran proses pencarian agar seluruh korban dapat segera ditemukan. Selain itu, terkait penanganan kasus, jumlah saksi yang telah diperiksa bertambah menjadi 25 orang dan penyelidikan masih berlangsung.
Sementara itu, Kakansar Makassar Muhammad Arif Anwar selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menjelaskan bahwa operasi pencarian saat ini memasuki hari ke-10, yang merupakan hari ketiga dari masa perpanjangan operasi SAR.
“Sesuai SOP, operasi SAR dilaksanakan selama tujuh hari. Berdasarkan evaluasi bersama pemerintah daerah, keluarga korban, serta arahan pimpinan Basarnas, dilakukan perpanjangan selama tiga hari. Hari ini merupakan hari terakhir dari masa perpanjangan tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, hingga saat ini tim SAR telah berhasil mengevakuasi sebanyak 58 orang dalam kondisi selamat, sementara korban meninggal dunia tercatat empat orang. Dari jumlah tersebut, satu korban tidak melalui proses DVI karena meninggal bersamaan dengan proses evakuasi.
“Rencana sore ini akan dilakukan evaluasi lanjutan terkait kemungkinan perpanjangan. Namun sesuai instruksi pimpinan pusat, operasi SAR akan ditutup sementara pada hari ke-10,” tambahnya.
Ia menegaskan, apabila di kemudian hari terdapat laporan penemuan korban, operasi akan dibuka kembali dengan status operasi evakuasi, bukan lagi operasi pencarian.


Tinggalkan Balasan