SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Mahasiswa dan pemuda asal Pulau Marasende, Desa Marasende, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), membentuk organisasi Persatuan Pemuda Mahasiswa (Presma) Marasende sebagai wadah berhimpun sekaligus kontrol sosial terhadap pembangunan desa.

Organisasi tersebut resmi dibentuk melalui Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar di Asrama Mahasiswa Marasende, Perumahan Bumi Permata Hijau (BPH), Kota Makassar, Minggu (12/7/2026).

Dalam forum tersebut, Salman Alparizi terpilih sebagai ketua pertama Presma Marasende.

Salman mengatakan, Presma Marasende hadir sebagai wadah bagi pemuda, pelajar, dan mahasiswa untuk berkontribusi terhadap pembangunan desa sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Organisasi ini lahir sebagai kontrol sosial demi kemajuan Desa Marasende. Selain itu, Presma Marasende juga menjadi wadah bagi pemuda, pelajar, dan mahasiswa Desa Marasende untuk berpartisipasi dalam pembangunan,” ujarnya.

Ia menegaskan amanah yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan dengan penuh komitmen.

“Kami akan berupaya menghadirkan organisasi yang aktif, kritis, dan mampu menjadi wadah aspirasi masyarakat Desa Marasende. Kepercayaan yang diberikan ini akan kami jalankan sebaik-baiknya demi kepentingan bersama,” kata Salman.

Menurut dia, Presma Marasende akan menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami tidak akan pandang bulu. Jika pemerintahan Desa Marasende bertindak tidak berpihak kepada masyarakat, kami siap menjadi garda terdepan dalam menyampaikan kritik dan menjalankan kontrol sosial secara objektif serta sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Pulau Marasende, yang juga dikenal masyarakat sebagai Pulau Lipan, merupakan salah satu pulau di Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Pulau tersebut termasuk wilayah terluar Kabupaten Pangkep.

Sebagian besar masyarakat Pulau Marasende berprofesi sebagai petani rumput laut. Selain itu, wilayah tersebut juga dikenal sebagai salah satu sentra penghasil ikan tuna di Kecamatan Liukang Kalmas.