SimpulRakyat.co.id, Pangkep – PT Semen Tonasa bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Assamaturu Tonasa Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan inovasi metode penanaman mangrove menggunakan selongsong bambu gantung pada peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026, Minggu (26/7/2026).
Peluncuran inovasi tersebut dirangkaikan dengan penanaman 7.000 bibit mangrove di pesisir Dusun Biringkassi, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Diketahui, kegiatan itu melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, mahasiswa, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir.
Mewakili SM of TJSL PT Semen Tonasa Abbas, TJSL & Comdev Jr Officer PT Semen Tonasa Muh Syahreza Rifti mengatakan penanaman dilakukan dengan tiga metode, yakni selongsong bambu, tancap, dan rumpun berjarak.
“Dari total bibit yang ditanam, sebanyak 60 bibit menggunakan metode selongsong bambu. Penerapan ketiga metode tersebut disesuaikan dengan kondisi lapangan untuk mendukung keberhasilan rehabilitasi mangrove,” ungkap Syahreza kepada media ini di Pangkajene, Senin (27/7/2026) kemarin.

Menurut Syahreza, metode selongsong bambu gantung merupakan inovasi media pelindung ramah lingkungan yang dirancang untuk meningkatkan tingkat keberhasilan hidup bibit mangrove di kawasan pesisir yang memiliki gelombang cukup kuat.
Dia juga mengatakan, keterlibatan mahasiswa KKN 116 Tematik Assamaturu Tonasa Unhas merupakan bentuk implementasi pengetahuan sekaligus kepedulian terhadap pelestarian lingkungan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pengelolaan wilayah pesisir yang lebih berkelanjutan,” katanya.

Syahreza menegaskan, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain melindungi garis pantai dari abrasi, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota serta menopang kehidupan masyarakat pesisir.
Karena itu, menurut dia, kegiatan penanaman harus dibarengi dengan pemeliharaan dan pemantauan agar bibit yang ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, mahasiswa, dan masyarakat menjadi langkah penting untuk memastikan mangrove tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Semen Tonasa Anis mengatakan keterlibatan perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove.
“Mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, melindungi garis pantai dari abrasi, sekaligus menjadi penyerap karbon alami yang efektif. Karena itu, PT Semen Tonasa mendukung penuh gerakan penanaman mangrove sebagai investasi lingkungan bagi generasi mendatang,” kata Anis.
Menurut dia, upaya menjaga kelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan menjaga kelestarian lingkungan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem pesisir yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Kegiatan bertema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” itu turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan HM Ishak Iskandar yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulsel Andi Kasman, Wakil Bupati Pangkep Abd Rahman Assagaf, serta jajaran Forkopimda, TNI, dan Polri.


Tinggalkan Balasan