SimpulRakyat.co.id, Yogyakarta – Kondisi Asrama Mahasiswa Luwu yang berada di Jalan Timoho, Kota Yogyakarta, dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah bagian bangunan. Atap bocor, plafon rusak, hingga air yang masuk ke dalam kamar saat hujan membuat para penghuni berharap Pemerintah Kabupaten Luwu segera melakukan rehabilitasi.
Salah seorang penghuni asrama berinisial AM mengungkapkan, setiap hujan deras turun, air mengalir dari atap yang bocor hingga merusak plafon. Air juga menggenangi pekarangan dan masuk ke dalam kamar.
“Kalau hujan deras, air mengalir dari atap yang bocor hingga mengakibatkan plafon rusak dan membanjiri seluruh pekarangan sampai masuk ke dalam kamar,” kata AM, Senin (27/7/2026) kemarin.
AM yang telah tinggal di asrama tersebut hampir empat tahun mengaku kecewa karena kerusakan bangunan tak kunjung diperbaiki. Menurut dia, kondisi itu mengganggu aktivitas belajar maupun waktu istirahat para mahasiswa.
Keluhan serupa disampaikan penghuni lainnya, MS. Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta itu mengatakan kerusakan bangunan sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum mendapat penanganan.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Luwu memberikan perhatian serius terhadap kondisi asrama yang dinilai sudah tidak layak. Menurutnya, selain menjadi tempat tinggal mahasiswa perantauan asal Luwu, bangunan tersebut juga merupakan aset daerah yang semestinya dipelihara.
Ketua Jaringan Nasional (Jarnas) Alumni Yogyakarta Kabupaten Luwu, Ismail Wahid, juga menyayangkan kondisi asrama tersebut. Menurut dia, pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap aset daerah yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat Luwu di Yogyakarta.
“Asrama Mahasiswa Luwu di Yogyakarta ini bukan hanya menjadi tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga menjadi rumah bersama bagi masyarakat Luwu yang memiliki berbagai kegiatan di Yogyakarta. Banyak mahasiswa yang terbantu dengan keberadaan asrama ini,” ujar Ismail.
Ia menilai keberadaan asrama memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan generasi muda asal Luwu. Karena itu, perbaikan fasilitas tidak semata menyangkut kondisi fisik bangunan, melainkan juga investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia daerah.
“Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin Luwu di masa depan. Mereka adalah investasi sumber daya manusia yang perlu mendapat perhatian. Sudah sepatutnya pemerintah hadir memastikan mereka memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman selama menempuh pendidikan. Perhatian terhadap asrama mahasiswa bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga merupakan bentuk investasi untuk masa depan Kabupaten Luwu,” katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu, Iksan Asaad, mengatakan anggaran rehabilitasi asrama mahasiswa pada 2026 difokuskan untuk Asrama IPMIL di Jalan Sunu.
“Tahun ini yang dianggarkan adalah asrama IPMIL Jalan Sunu,” ujar Iksan melalui pesan singkat, Selasa (28/7/2026).
Meski demikian, ia mengatakan pemerintah daerah berharap rehabilitasi terhadap asrama mahasiswa lainnya dapat dilakukan pada tahun-tahun berikutnya dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Tentu kita berharap bisa memperbaiki atau merehabilitasi asrama IPMIL lainnya, tetapi tentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan rehabilitasi Asrama Mahasiswa Luwu di Jalan Timoho, Iksan memastikan hingga kini belum tersedia alokasi anggaran.
“Belum ada,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Aset DPKAD Kabupaten Luwu, Yusuf, belum memberikan tanggapan terkait kondisi asrama tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi yang dilakukan belum memperoleh respons.


1 Komentar
Semoga dapat tinjauan dari pemerintah setempat