SimpulRakyat.co.id, Makassar – Polisi menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi tempat penampungan sepeda motor hasil curian di Jalan AR Dg Ngunjung, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial AR (29) yang diduga terlibat dalam aktivitas membongkar dan menjual bagian-bagian sepeda motor hasil pencurian.
Kapolsek Tallo AKP Asfada mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya aktivitas mempreteli sepeda motor di rumah tersebut.
“Ada warga yang curiga karena melihat aktivitas membongkar atau mempreteli bagian-bagian sepeda motor. Informasi itu kemudian kami tindak lanjuti dengan penyelidikan sebelum dilakukan penggerebekan,” kata Asfada di Makassar, Jumat (19/6/2026).
Saat penggerebekan, polisi menemukan satu unit sepeda motor Yamaha Mio M3 dalam kondisi tidak utuh karena sebagian komponennya telah dilepas.
Petugas kemudian memeriksa nomor rangka dan nomor mesin kendaraan tersebut untuk memastikan asal-usulnya.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan motor itu merupakan kendaraan yang sebelumnya telah dilaporkan hilang akibat pencurian,” ujar Asfada.
Berdasarkan hasil penelusuran, sepeda motor tersebut dilaporkan hilang di wilayah hukum Polsek Manggala pada Mei 2026. Lokasi pencurian berada di sekitar Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala.
Dari hasil pemeriksaan awal, AR mengaku memotong dan mempreteli sepeda motor hasil curian sebelum menjual komponen-komponennya secara terpisah.
Menurut polisi, cara tersebut diduga dilakukan untuk menghilangkan jejak kendaraan hasil kejahatan sehingga lebih sulit dikenali oleh korban maupun aparat penegak hukum.
Sebagian komponen kendaraan diketahui telah dijual sebelum penggerebekan dilakukan.
Asfada mengatakan kasus tersebut selanjutnya dilimpahkan ke Polsek Manggala untuk pengembangan lebih lanjut, mengingat lokasi pencurian berada di wilayah hukum Polsek Manggala.
“Kasusnya kami serahkan ke Polsek Manggala untuk pengembangan lebih lanjut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan atau sindikat yang terlibat,” pungkas Asfada.


Tinggalkan Balasan