SimpulRakyat.co.id, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyerahkan dana hibah sebesar Rp1 miliar kepada organisasi Muhammadiyah dalam agenda Syawalan Muhammadiyah Makassar 1447 Hijriah, berlangsung di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (12/4/2026) kemarin.
Penyerahan hibah tersebut merupakan bagian dari penguatan sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan daerah.
Munafri menjelaskan, penyaluran hibah itu sempat tertunda pada tahun sebelumnya karena adanya penyesuaian nilai bantuan. Namun, pada tahun ini, bantuan tersebut telah direalisasikan.
“Pemberian hibah ini sempat kami tunda tahun lalu karena akan dilakukan penyesuaian. Alhamdulillah, tahun ini sudah bisa direalisasikan dengan nilai Rp1 miliar,” ujar Munafri.
Ia menegaskan, Muhammadiyah merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan Kota Makassar.
Menurut dia, peran organisasi masyarakat sangat penting dalam mendukung program pembangunan, terutama melalui sumber daya manusia yang dimiliki.
“Muhammadiyah memiliki banyak tokoh dan anggota yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari masyarakat Kota Makassar. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan Muhammadiyah menjadi hal yang penting,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga mengajak Muhammadiyah untuk terus berkolaborasi dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Pada sektor pendidikan, Pemkot Makassar mendorong kerja sama dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk menampung siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
“Ke depan, kami berharap siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat difasilitasi di sekolah Muhammadiyah, dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah,” ujar Munafri.
Ia menilai, skema tersebut dapat menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Makassar.
Selain itu, Munafri juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Kota Makassar. Ia mendorong pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, seperti pemilahan mandiri, pengolahan kompos, hingga budidaya maggot yang memiliki nilai ekonomi.
Menurut dia, upaya tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya tercermin dalam angka,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Munafri mengajak seluruh elemen Muhammadiyah untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kota Makassar melalui kolaborasi yang berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan