SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Pangkep menggelar nikah massal dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Pangkep.

Sebanyak 66 pasangan mengikuti prosesi tersebut yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep, Rabu (8/4/2026).

Acara ini disaksikan langsung oleh Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL), serta dihadiri Sekretaris Daerah Suriani, unsur Forkopimda, dan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam prosesi tersebut, MYL bersama unsur Forkopimda dan kepala OPD turut berperan sebagai wali nikah, sebagai bentuk dukungan moril kepada para mempelai.

MYL mengatakan, program nikah massal ini bertujuan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, khususnya pasangan yang belum memiliki buku nikah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki dokumen resmi pernikahan, sehingga hak-hak suami, istri, dan anak-anak dapat terpenuhi,” katanya.

Dia menambahkan, faktor ekonomi kerap menjadi kendala bagi sebagian warga dalam mengurus administrasi pernikahan. Karena itu, pemerintah daerah hadir untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut.

MYL juga berpesan kepada para peserta agar menjaga keutuhan rumah tangga.

“Ijab kabul diharapkan cukup sekali seumur hidup. Semoga semua pasangan dapat membangun keluarga yang sakinah dan program ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Pangkep Ramli Rasyid mengungkapkan, jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada 2025 hanya 27 pasangan, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 66 pasangan, menyesuaikan dengan usia Kabupaten Pangkep,” ungkap Ramli.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Pangkep atas dukungan anggaran dan komitmen dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Salah satu peserta, Munji, mengaku bersyukur dapat mengikuti nikah massal bersama pasangannya, Risaldi. Ia mengatakan, momen tersebut terasa istimewa karena prosesi akad nikah diwalikan langsung oleh bupati.

“Kami sudah menjalin hubungan sekitar tujuh tahun. Sangat bersyukur bisa menikah hari ini. Semoga ke depan rumah tangga kami langgeng dan diberi rezeki untuk membuka usaha,” pungkas Munji. (**)