SimpulRakyat.co.id, Makassar – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok melalui program mobile pasar murah di sejumlah wilayah kecamatan.
Langkah ini disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, usai memimpin rapat koordinasi bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, camat, dan PD Pasar di Balai Kota Makassar, Selasa (10/3/2026).
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menstabilkan harga di pasaran, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan di penghujung Ramadan dan jelang Idul Fitri,” kata Munafri.
Program pasar murah ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan potensi inflasi daerah yang kerap dipicu lonjakan harga komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur.
Untuk tahap awal, pasar murah digelar di Jalan Kapasa Raya (halaman Masjid Nurul Amin) dan di Kecamatan Mariso, Kelurahan Mattoangin, Kompleks Pesona Dahlia. Sebanyak sembilan unit mobil inflasi disiapkan untuk berkeliling membawa bahan pokok hasil kerja sama Pemkot Makassar dengan Perum Bulog.
Munafri menegaskan, program ini merupakan intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Setiap hari akan dibuka sekitar 8-9 titik pasar murah di berbagai kecamatan, dengan harga yang lebih rendah dibanding pasar umum.
“Harga beras SPHP dijual Rp55.000-Rp58.000 per kemasan, minyak goreng Minyak Kita Rp15.000 per liter, dan gula pasir Rp17.500 per kilogram. Langkah ini diharapkan menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga,” jelasnya.
Pemerintah Kota Makassar menugaskan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindag, serta pihak kecamatan untuk menyiapkan lokasi, jadwal operasional, dan distribusi barang agar program berjalan optimal.
Munafri menambahkan, seluruh kecamatan telah diminta bersiaga untuk mendukung pelaksanaan pasar murah secara bergiliran di wilayah masing-masing.
“Mekanisme pasar sudah mulai naik turun, maka pemerintah hadir untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat,” pungkasnya.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga stabil dan menjaga inflasi tetap terkendali menjelang Hari Raya Idul Fitri.


Tinggalkan Balasan