SimpulRakyat.co.id, Pangkep – PT Semen Tonasa mendorong program pemberdayaan masyarakat di wilayah lingkar perusahaan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Program yang dijalankan diharapkan tidak hanya menyasar segelintir individu, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Pesan tersebut disampaikan General Manager Communication, Legal & GA PT Semen Tonasa, Muhammad Mursham, saat membuka kegiatan Comdev Academy yang diikuti pengurus dari 12 forum desa dan kelurahan lingkar perusahaan, berlangsung di Gedung Diklat PT Semen Tonasa, Kabupaten Pangkep, Rabu (11/3/2026).
“Program harus berdampak nyata dan melibatkan banyak masyarakat, bukan sekadar segelintir individu,” kata Mursham.
Menurut dia, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang untuk menghadirkan program yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Dengan dana terbatas harus menghasilkan dampak maksimal bagi masyarakat. Jadi munculkan program yang dampaknya kelihatan dan dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Mursham juga mengingatkan agar setiap program pemberdayaan masyarakat dirancang dengan prinsip efisiensi, sehingga dengan sumber daya yang terbatas tetap mampu menghasilkan manfaat yang besar.
“Rasanya kita harus pakai prinsip ekonomi, dengan modal serendah-rendahnya menghasilkan keuntungan setinggi-tingginya. Dalam artian dengan sesedikit-sedikitnya yang kita kelola, tapi berimpact besar bagi masyarakat. Itulah harapan kami,” kata dia.
Sementara itu, Senior Manager of TJSL PT Semen Tonasa, Abbas, menjelaskan bahwa pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat pada 2026 akan menggunakan skema baru dalam penyusunan perencanaan kegiatan.
Menurut Abbas, istilah proposal yang selama ini digunakan dalam pengajuan program kini diganti dengan Rencana Kerja Anggaran Pemberdayaan Masyarakat (RKAPM).
“Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat tahun 2026 ada beberapa hal yang baru. Istilah proposal tidak digunakan lagi, diganti dengan Rencana Kerja Anggaran Pemberdayaan Masyarakat atau RKAPM,” kata Abbas saat menyampaikan materi orientasi penyusunan RKAPM.
Ia juga menyebutkan bahwa laporan keuangan dalam program pemberdayaan masyarakat kini diganti dengan laporan pertanggungjawaban kegiatan.
“Kemudian laporan keuangan diganti dengan laporan pertanggungjawaban kegiatan. Jadi rencana kerja dalam kerangka pemberdayaan masyarakat disingkat RKAPM,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Abbas juga menggelar diskusi bersama pengurus forum desa dan kelurahan terkait hasil serta pemanfaatan bantuan TJSL PT Semen Tonasa pada tahun anggaran 2025.
Melalui rencana kerja yang dijalankan oleh 12 forum desa dan kelurahan, masing-masing pengurus memaparkan manfaat program serta dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat di wilayahnya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi penyusunan program RKAPM 2026 berbasis pendekatan Community Development (Comdev), Social Return on Investment (SROI), serta petunjuk pelaksanaan program yang disampaikan oleh tim pendamping program TJSL PT Semen Tonasa.


Tinggalkan Balasan