SimpulRakyat.co.id, Makassar – Duet mumpuni Manyala 5 yang digawangi Robby Pangemanan dan Izzak sukses mengukuhkan diri sebagai kampiun Kelompok Papan Atas dalam turnamen domino bergengsi, Sabtu (14/2/2026).

Adu strategi yang berlangsung maraton sejak siang hingga larut malam itu digelar di Gedung Serbaguna dan pelataran GPIB Jemaat Yudea Tangerang, Karawaci.

Perhelatan olahraga asah otak ini diikuti sedikitnya 192 pasangan dari lintas komunitas, baik dari lingkungan gerejawi maupun masyarakat umum.

Turnamen diselenggarakan sebagai bagian rangkaian perayaan dwiguna, yakni menyongsong HUT ke-31 GPIB Jemaat Yudea Tangerang sekaligus merayakan sukacita Paskah 2026.

Persaingan sengit di Kelompok Papan Atas menempatkan pasangan Balkos 3 sebagai runner-up, disusul MI 1 di posisi ketiga dan Yudea 12 di peringkat keempat. Sementara itu, tim tamu unggulan dari SMANSA 82 Makassar, James Wehantouw dan Fikry Syahrir harus terhenti di babak 16 besar setelah dikalahkan pasangan juara Manyala 5.

Sistem turnamen juga memberi kesempatan kedua bagi peserta yang gugur di fase awal melalui kategori Kelompok Papan Bawah. Di kelas ini, pasangan IPI keluar sebagai juara pertama, disusul MI 3 di posisi kedua, Shalom 3 di peringkat ketiga, serta Paulus 1 di posisi keempat.

Sepanjang pertandingan, suasana keakraban tetap terasa meski kompetisi berlangsung ketat. Kemeriahan acara semakin semarak dengan iringan musik dan vokal dari warga jemaat. Panitia juga membagikan cendera mata berupa kaos bagi peserta yang berhasil menurunkan kartu spesifik 2–5 sebagai bentuk apresiasi spontan.

Ketua Panitia HUT ke-31 GPIB Yudea Tangerang, Ferdinand Sewet, mengatakan turnamen domino ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah mempererat kebersamaan lintas komunitas.

“Antusiasme peserta luar biasa. Kami bersyukur karena peserta datang dari berbagai daerah, bahkan dari Makassar hingga Lampung. Ini bukti bahwa kebersamaan bisa dibangun lewat kegiatan sederhana namun bermakna,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin tahunan.

“Kami ingin turnamen ini menjadi ruang silaturahmi yang berkelanjutan, sekaligus memberi dampak positif bagi jemaat dan masyarakat sekitar,” kata Ferdinand.

Sementara itu, Robby Pangemanan dari Manyala 5 mengaku kemenangan timnya diraih lewat kerja sama dan kesabaran membaca permainan lawan.

“Kami bermain santai tapi fokus. Kuncinya komunikasi dan saling percaya. Kami tidak menyangka bisa juara di tengah peserta yang sangat kuat,” katanya.

Peserta tamu dari SMANSA 82 Makassar, James Wehantouw, juga mengapresiasi jalannya turnamen.

“Atmosfernya hangat dan sportif. Meski kami kalah di babak 16 besar, pengalaman ini sangat berkesan dan kami berharap bisa kembali ikut tahun depan,” tandasnya.

Menutup rangkaian kegiatan, panitia menyerahkan trofi serta hadiah dengan total puluhan juta rupiah kepada para pemenang, seraya berharap turnamen domino tersebut terus menjadi ajang persaudaraan lintas komunitas di masa mendatang. (James)