Simpulrakyat.co.id, Makassar – TNI Angkatan Udara berperan aktif dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Memasuki hari keenam operasi, sejumlah body part korban berhasil ditemukan dan segera dievakuasi menggunakan jalur udara.

Proses penyelamatan korban tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Muda TNI Arifaini Nur Dwiyanto, pada kegiatan jumpa pers di ruang Baseops Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (22/1/2026).

“Pencarian dan penyelamatan korban pesawat ATR 42-500 yang telah berlangsung selama lima hari ini menunjukkan perkembangan signifikan. Hari ini telah ditemukan beberapa body part yang segera kita rencanakan untuk penjemputan,” ujar Arifaini di depan awak media.

Dalam operasi tersebut, TNI AU mengerahkan 257 personel dan dua alutsista khusus, yakni pesawat Boeing 737 Surveillance untuk pengintaian udara strategis serta sejumlah helikopter Caracal untuk proses evakuasi di medan sulit.

“Sekitar 30 menit setelah pesawat dinyatakan lost contact, pesawat Boeing Surveillance sudah diterbangkan dan berhasil menemukan koordinat serpihan pesawat (spare part) melalui sistem kamera pengintaian. Data tersebut kemudian disampaikan secara real time kepada helikopter SAR,” jelasnya.

Pesawat Boeing Surveillance terbang pada ketinggian 7.336 kaki dengan heading 292 derajat, sekaligus memantau langsung proses penjemputan temuan oleh helikopter di lokasi kejadian.

Danlanud menjelaskan, pada hari pertama pencarian, lokasi kecelakaan berhasil ditemukan dalam waktu singkat. Sejumlah bagian pesawat seperti spare part, badan pesawat, serta komponen lainnya telah teridentifikasi dan terdokumentasi.

“Hari ini TNI AU telah melaksanakan beberapa sortie penerbangan, yakni satu sortie helikopter Caracal, satu sortie helikopter Fury, serta tiga sortie pesawat Caravan untuk operasi modifikasi cuaca agar proses evakuasi dapat berjalan optimal,” ungkapnya.

Menurut Arifaini, helikopter menjadi sarana paling efektif dalam operasi SAR di wilayah pegunungan Bulusaraung, terutama untuk menurunkan personel melalui teknik fast rope, rappelling, serta dropping logistik bagi tim pencarian di lapangan.

Pada peta operasi yang dipaparkan, tim SAR telah membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor. Sebelumnya telah ditemukan bagian ekor pesawat (tail), kanopi pesawat, mesin (engine), serta beberapa body part. Dan pada hari kelima, kembali ditemukan enam titik body part yang akan segera dievakuasi.

“Setelah proses evakuasi dan pendaratan, temuan akan diserahkan ke Dokkes untuk penanganan sesuai prosedur dan selanjutnya ditindaklanjuti oleh BPIR,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini rutin melaksanakan briefing penerbangan setiap hari pukul 05.30 WITA di ruang Baseops.

Dalam operasi ini, TNI AU mengerahkan satu skuadron intelijen yang terdiri dari tiga pesawat udara dan satu helikopter Caracal, sementara Basarnas turut mengerahkan satu helikopter SAR.

“Sejak awal analisis, lokasi kecelakaan diperkirakan tidak jauh dari area operasi saat ini. Alhamdulillah, dengan dukungan cuaca yang baik, hari ini kita memperoleh progres yang positif dan signifikan,” pungkasnya.