SimpulRakyat.co.id, Luwu – Aksi demonstrasi besar-besaran menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya digelar serentak di empat wilayah Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026).
Dalam aksinya, massa memblokade Jalan Trans Sulawesi di sejumlah titik krusial, menyebabkan aktivitas ekonomi dan layanan publik lumpuh di tiga kabupaten dan satu kota.
Massa yang tergabung dalam Gerakan Perlawanan Rakyat Luwu (GPPRL) menegaskan bahwa aksi blokade tersebut akan berlangsung selama 48 jam sebagai puncak tuntutan pemekaran wilayah Luwu Raya.
Di Kabupaten Luwu, massa menutup total jalur Trans Sulawesi di perbatasan Luwu dan Kecamatan Basse Sangtempe (Bosso), sehingga arus lalu lintas antarprovinsi terputus total.
Pemblokadean juga terjadi di Kota Palopo, tepatnya di pintu masuk kota dan akses utama di depan Kantor Wali Kota Palopo, yang menyebabkan kendaraan tidak dapat keluar-masuk pusat kota.
Sementara itu, di Kabupaten Luwu Utara, massa memblokade jalan di Kecamatan Sabbang dan Jembatan Baliase, yang merupakan jalur utama penghubung wilayah pesisir dan pedalaman.
Kemacetan panjang kendaraan logistik dan pribadi pun tidak terhindarkan. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga puluhan kilometer karena tidak tersedia jalur alternatif untuk melintas.
Tak hanya jalur darat, fasilitas transportasi udara turut terdampak. Di Luwu Utara, massa melakukan long march sejauh sekitar 5 kilometer menuju Bandara Andi Djemma Masamba.
Kehadiran massa di sekitar bandara menyebabkan aktivitas penerbangan serta akses penumpang terganggu signifikan.
Ketua Presidium GPPRL, Karimuddin, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk keseriusan rakyat Luwu dalam menuntut realisasi pemekaran Provinsi Luwu Raya.
“Aksi ini merupakan bentuk keseriusan rakyat Luwu. Kami menuntut janji pemekaran Provinsi Luwu Raya segera direalisasikan,” kata Karimuddin.
Ketegangan sempat meningkat di Jembatan Baliase, Luwu Utara, saat seorang pengendara sepeda motor nekat mencoba menerobos barisan massa yang tengah melakukan blokade. Insiden tersebut memicu kericuhan kecil sebelum berhasil diredam oleh koordinator lapangan. (*)


Tinggalkan Balasan