SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, akhirnya berhasil ditemukan setelah tujuh hari operasi pencarian dan pertolongan di medan ekstrem dengan cuaca buruk. Pangkep, Jumat (23/01/2026).

Kepala Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan kepastian tersebut pada Jumat (23/01).

“Alhamdulillah, pada hari ketujuh seluruh korban berhasil ditemukan dan dinyatakan lengkap,” ujarnya.

Proses pencarian menghadapi tantangan berat karena medan yang terjal dengan tingkat kemiringan mencapai 80 hingga 90 derajat, hutan lebat, kabut tebal, dan hujan yang terus mengguyur. Pesawat diketahui jatuh setelah menabrak tebing, berputar, lalu terhempas di lereng gunung.

Tim SAR bahkan terpaksa menginap di tengah hutan yang belum pernah dijamah warga lokal, bertahan dengan konsumsi seadanya dan perlengkapan terbatas demi menjaga jenazah korban.

Meskipun seluruh korban telah ditemukan, proses evakuasi masih terus berlangsung. Dengan kondisi cuaca yang mulai membaik, evakuasi direncanakan dilakukan melalui jalur udara.

“Saat ini ada lima korban yang tengah dalam proses evakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat,” tambah Andi Sultan.

Operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil dievakuasi ke posko utama dan diserahkan kepada pihak berwenang. (*)