SimpulRakyat.co.id, Luwu – Sejumlah ormas mengatasnamakan Rakyat Luwu Raya menggelar Aksi Solidaritas Pemekaran Luwu Raya di gerbang Kota Belopa, Desa Cimpu, Kabupaten Luwu pada Rabu, (21/1) siang.

Aksi unjukrasa digelar dengan menutup total jalan Trans Sulawesi. Demonstran membentangkan spanduk, berorasi hingga membakan ban bekas sebagai bentuk amarah perjuangan.

Seorang orator menyebutkan, jika aksi tersebut baru merupakan aksi prakodisi. Aksi serupa akan digelar hingga adanya diskresi presiden untuk Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.

“Mulai tanggal 23 Januari nanti, Luwu Raya akan Lock Down, hingga tuntutan kita betul-betul diterima Presiden,” ungkap seorang orator aksi.

Sejumlah Anggota DPRD Luwu nampak ikut menyuarakan DOB Provinsi Luwu raya pada mimbar orasi yang disiapkan Rakyat Luwu Raya

Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali yang turun bersama sejawat mengatakan bahwa perjuangan DOB Luwu Raya perlu dilakukan sebagaimana perjuangan para terdahulu.

“Ayah saya sebagai legislator yang dulu turut memekarkan Luwu. Saya juga harus berjuang untuk memekarkan DOB Luwu Raya,” ungkapnya.

Basaruddin, Anggota DPRD dari Fraksi Nasdem mengungkapkan bahwa para pejuang DOB Luwu Raya jangan meragukan komitmen anggota DPRD Luwu untuk dukungan DOB Luwu Raya.

“Kami memiliki komitmen yang sama dan mendukung segala perjuangan adek adek. Yang pasti Luwu adalah harga mati,” tegasnya.

Dia meminta agar para pejuang DOB Luwu Raya yang tengah melakukan sejumlah aksi agar memberikan kesempatan kepada DPRD sebagaimana tugas dan fungsi mereka.

“Teman teman kita insyaallah akan berjuang di Jakarta agar supaya DOB Luwu Raya segera terbentuk. Semoga perjuangan kita cepat terealisasikan dan pesan saya jangan nodai perjuangan kita,” tambahnya.

Arfan Basmin anggota DPRD dari Fraksi PPP mengatakan bahwa perjuangan DOB Luwu Raya adalah perjuangan historis yang harus terus diperjuangkan.

“DOB Luwu adalah sebuah janji dari Presiden Bung Karno. Olehnya itu tidak ada alasan untuk tidak memperjuangkan hingga terbentuk DOB Luwu raya. Biarkan kita mengelola daerah kita sendiri.

Aksi demonstrasi ditutup dengan pernyataan sikap bersama seluruh elemen yang hadir untuk bersama-sama memperjuangkan Kabupaten Luwu Tengah, dan Provinsi Luwu Raya.