SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Non-Governmental Organization (NGO) Bina Lingkungan Indonesia (Bingkai) memfasilitasi pelatihan peningkatan kapasitas mitra Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Tonasa sebagai upaya memperkuat tata kelola program pemberdayaan masyarakat berbasis community development.

Pelatihan tersebut diikuti oleh ketua, sekretaris, dan bendahara dari 12 Forum Desa dan Kelurahan di wilayah lingkar PT Semen Tonasa, berlangsung di Gedung Diklat PT Semen Tonasa, Kabupaten Pangkep, Kamis (18/12/2025).

General Manager of Communication, Legal & GA PT Semen Tonasa, Muhammad Mursham, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurut dia, kolaborasi yang solid antara perusahaan dan forum desa menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program TJSL.

“Manajemen sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kolaborasi yang baik menjadi kunci agar program yang direncanakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Mursham.

Dia mengungkapkan, hampir seluruh dana program TJSL tahun 2025 telah disalurkan. Manajemen berharap realisasi kegiatan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun.

Mursham juga menjelaskan, anggaran TJSL PT Semen Tonasa tahun ini berada di kisaran Rp 7 miliar, lebih rendah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang sempat mencapai Rp 15 miliar per tahun.

“Dana semakin terbatas, sementara tantangan justru semakin berat. Isu lingkungan dan regulasi makin ketat, mulai dari kawasan hutan, pertanian, hingga kewajiban pelaporan online ke Kementerian Lingkungan Hidup,” kata dia.

Dalam situasi tersebut, manajemen meminta dukungan forum desa dan kelurahan untuk membantu menyosialisasikan kebijakan serta program perusahaan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung konflik.

“Kami berharap setiap aspirasi dan tuntutan disampaikan melalui jalur yang baik, bukan dengan aksi yang justru menghambat operasional perusahaan,” ujar Mursham.

Ke depan, PT Semen Tonasa berharap seluruh program TJSL dapat terserap secara optimal, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi dasar penyusunan program intervensi baru pada 2026.

Peserta pelatihan peningkatan kapasitas mitra TJSL. (Foto: Ahmad/Simpul Rakyat)

Sementara itu, Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Senior Manager of TJSL PT Semen Tonasa, Abbas, memaparkan materi terkait kebijakan dan anggaran program TJSL. Ia menjelaskan perubahan tata kelola BUMN seiring restrukturisasi kelembagaan pemerintah.

“Perubahan anggaran BUMN ke Danantara merupakan bagian dari restrukturisasi, di mana Kementerian BUMN diubah menjadi Badan Pengaturan BUMN sebagai regulator,” kata Abbas.

Dia menegaskan, TJSL merupakan bagian integral dari strategi keberlanjutan PT Semen Tonasa. Program tersebut diarahkan untuk menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan melalui pendekatan pengembangan komunitas.

Sementara Ketua Koordinator Pendamping TJSL PT Semen Tonasa, Ahyar, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari Rencana Kerja (Renja) TJSL 2025.

“Anggaran rata-rata sekitar Rp 12 juta per forum, dengan alokasi yang disesuaikan kebutuhan masing-masing, baik untuk kesekretariatan, administrasi, maupun kebutuhan lainnya,” ujar Ahyar.

Dia menambahkan, materi pelatihan mencakup kebijakan dan anggaran TJSL, peningkatan kapasitas mitra, hingga pelatihan teknis penggunaan Microsoft Office untuk penyusunan proposal dan laporan keuangan.

Founder Lembaga Bingkai, Ruslan Ali, turut memberikan materi mengenai sistem perencanaan, realisasi, serta monitoring dan evaluasi program pemberdayaan masyarakat, khususnya mekanisme Renja TJSL forum di wilayah ring 1 PT Semen Tonasa.

“Pendamping dan pengurus forum desa dan kelurahan perlu memahami petunjuk pelaksanaan agar program dapat berjalan sesuai ketentuan,” kata Ruslan.

Ia berharap, pemahaman tersebut dapat memastikan pelaksanaan Renja TJSL di 11 desa dan kelurahan berjalan lancar dan sukses.

Ruslan juga menyinggung kontribusi program community development terhadap penilaian Proper. Menurut dia, aspek pemberdayaan masyarakat menyumbang sekitar 12,5 persen dari total nilai kategori Proper Hijau dan semakin dominan pada penilaian Proper Emas.

Materi terakhir dalam pelatihan ini adalah pengenalan dan pengaplikasian Microsoft Office (Word, Excel, dan PowerPoint) yang disertai simulasi praktik. Materi tersebut dibawakan oleh Direktur Lembaga Bingkai, Suaedi, untuk meningkatkan kemampuan teknis forum dalam menyusun proposal serta laporan keuangan program TJSL.

Melalui pelatihan ini, PT Semen Tonasa bersama mitra pendamping berharap tata kelola TJSL semakin terencana, terukur, dan berorientasi pada dampak, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah lingkar perusahaan.