SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Tiga Forum Desa/Lurah Ring 1 PT Semen Tonasa, yakni Desa Biring Ere, Taraweang, dan Bulu Cindea, menggelar Pelatihan Perbengkelan Motor di Bengkel Bintang Racing Tiem, Dusun Biring Ere, Desa Biring Ere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Rabu (3/12/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengembangan kapasitas masyarakat yang dibiayai melalui Renja TJSL PT Semen Tonasa.

Ketua Forum CSR Biring Ere Madani, Abd Rasyid, selaku tuan rumah, mengatakan pelatihan tersebut merupakan jawaban atas pesan Direktur Utama PT Semen Tonasa agar desa-desa di wilayah lingkar industri mampu menghadirkan lapangan kerja baru bagi warganya.
“Jadi itu pesannya Pak Dirut, supaya bagaimana bisa menciptakan lapangan kerja di tengah-tengah desa dan kelurahan kita,” kata Abd Rasyid.
Abd Rasyid menambahkan bahwa pihaknya bersyukur karena pelatihan perbengkelan ini menjadi rangkaian program Rencana Kerja (Renja) tahun 2025 yang mendapat dukungan penuh dari TJSL PT Semen Tonasa.
“Kami sangat bersyukur karena kegiatan ini merupakan rangkaian program Renja tahun 2025 yang pendanaannya dari TJSL PT Semen Tonasa,” ujarnya.

Sekretaris Desa Biring Ere, Muhajir, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan desa, terutama dalam menekan angka pengangguran.
“Salah satu cara untuk mengurangi angka pengangguran adalah ketika kita menciptakan lapangan pekerjaan. Program yang dirancang untuk Forum Desa ini luar biasa,” kata Muhajir.
Dari pihak perusahaan, TJSL & Comdev Jr Officer PT Semen Tonasa, Muh Syahreza Rifti, menyampaikan bahwa pelatihan ini sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat desa.
“Saya sudah membaca sebuah kutipan yang menarik, yaitu ‘jika kesempatan itu tidak ada, maka kita yang akan ciptakan kesempatan itu’,” ujarnya.
Dia mengatakan hal itu senada dengan arahan Direktur Utama PT Semen Tonasa yang mendorong agar TJSL menjadi pemantik tumbuhnya usaha dan keterampilan warga desa.
“Senada dengan apa yang disampaikan Pak Dirut, itu menjadi visi misi perusahaan bahwa menciptakan kesempatan bagi teman-teman desa akan kami support selalu,” kata Muh Syahreza Rifti.
Ia juga menegaskan bahwa Program TJSL berfokus pada tiga prioritas utama.
“Hal-hal seperti ini sangat kami dukung karena senada dengan tiga prioritas program yang kami lakukan, yaitu fokus kepada pendidikan, lingkungan, dan ekonomi,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Trainer Certified Digital Marketing Practitioner BNSP, Muh Syahreza Rifti, juga membawakan materi Job Safety Analysis (JSA), yang menjadi salah satu dasar penting dalam penerapan keselamatan kerja di dunia perbengkelan.
“Tujuan pelatihan ini mengembangkan kompetensi peserta agar memiliki kemampuan membuat dan mengelola JSA secara maksimal untuk mencegah kecelakaan,” jelas pria yang berlatar pendidikan Magister Sains Manajemen ini.
Pemegang Certified Ahli K3 Umum Kemenaker, Muh Syahreza Rifti, menerangkan bahwa JSA merupakan teknik sistematis untuk mengenali potensi bahaya pada setiap langkah pekerjaan sehingga dapat dirumuskan langkah pencegahannya secara tepat.
“JSA terbukti menjadi salah satu program pencegahan kecelakaan yang efektif. Pembuatan JSA bisa dilakukan di level pengawas dengan melibatkan karyawan, menjadi bahan training, menjadi pedoman bekerja dengan benar, serta menjadi acuan dalam investigasi kecelakaan,” katanya.

Selain materi teknis keselamatan, pelatihan juga menghadirkan Founder Lembaga Bingkai, Ruslan Ali, yang menyampaikan materi tentang sistem perencanaan, realisasi, dan monitoring-evaluasi program pemberdayaan masyarakat dalam Renja TJSL Forum Wilayah Lingkar PT Semen Tonasa.
“Proses pemberdayaan masyarakat secara partisipatoris meliputi persiapan sosial, pengembangan dan pelaksanaan program bersama, serta perluasan kegiatan berbasis masyarakat,” terang Ruslan Ali.
Ia juga menjelaskan gambaran umum usaha perbengkelan motor yang terus berkembang di pedesaan.
“Perbengkelan motor adalah usaha jasa yang fokus pada perbaikan, perawatan, dan servis kendaraan roda dua. Tujuannya agar motor kembali berfungsi optimal dan layak jalan, didukung oleh tenaga mekanik terlatih,” tambahnya.
Pemateri berikutnya, instruktur dari BLK Pangkep, Rachmat, memberikan materi teknis mengenai dasar-dasar mekanika motor yang menjadi keterampilan utama calon mekanik.
Kegiatan pelatihan ini dirangkaikan pula dengan Sosialisasi Penerapan K3 oleh Unit OHS PT Semen Tonasa yang dibawakan oleh Irwan Mahardika.
Pelatihan perbengkelan ini diharapkan dapat menumbuhkan wirausahawan baru di desa-desa lingkar industri serta membuka peluang usaha bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia otomotif.


Tinggalkan Balasan