SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, Pemerintah Kabupaten Pangkep melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Sentral Pangkajene, Senin (29/12/2025).

Hal ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga, ketersediaan bahan pokok, serta keamanan pangan bagi masyarakat.

Sidak tersebut dipimpin langsung Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL), didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Setibanya di pasar, MYL bersama rombongan menyusuri los-los pedagang dan berdialog langsung dengan penjual.

Sejumlah komoditas strategis menjadi fokus pemantauan, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging, ayam potong, cabai, bawang, hingga ikan laut.

Tak hanya harga, kualitas barang dan masa kedaluwarsa produk pangan juga diperiksa untuk memastikan keamanan konsumsi masyarakat.

“Secara umum stok bahan pokok masih mencukupi dan harga relatif stabil. Memang ada beberapa komoditas yang naik, tapi masih dalam batas wajar,” ujar Yusran di sela-sela sidak.

Dia merinci, harga bawang terpantau mengalami kenaikan. Namun, harga cabai justru mengalami penurunan.

Sementara itu, harga ayam potong turun dari sebelumnya Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 36.000 per kilogram.

“Daging sapi tetap stabil di harga Rp 120.000 per kilogram. Untuk ikan laut ada sedikit kenaikan harga, itu dipengaruhi kondisi alam dan cuaca,” kata MYL.

Adapun harga beras medium di Pasar Sentral Pangkajene tercatat berada di angka Rp 13.500 per kilogram.

Menurut dia, sidak pasar ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan situasi pasar tetap kondusif, terutama menjelang hari besar dan momen pergantian tahun.

“Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan agar tidak ada lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Selain memantau kondisi pasar, MYL juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga keamanan dan ketertiban menjelang perayaan Tahun Baru 2026.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan kondusivitas. Tidak usah membakar petasan. Mari saling menghargai saudara-saudara kita di Sumatra dan Aceh,” pungkasnya.