SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) angkat suara terkait kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan SPPG 02 Labakkang di beberapa sekolah di Pangkep.

Ketua PMII Pangkep, Ahmad Ma’ruf, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menilai program MBG yang seharusnya meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi peserta didik justru berubah menjadi ancaman keselamatan.

“Kami sangat menyayangkan kejadian semacam ini. Program yang seharusnya menjamin asupan gizi bagi siswa malah menimbulkan keracunan. Ini menunjukkan adanya kelalaian serius dalam proses pengadaan, pengolahan, hingga distribusi makanan,” ujarnya.

Menurut Ma’ruf, PMII Pangkep menilai kasus ini tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa. Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta segera melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program MBG, mulai dari standar kebersihan dapur, kualitas bahan pangan, hingga pengawasan distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

“Pemerintah daerah harus segera turun tangan. Jangan sampai ada celah yang membahayakan keselamatan siswa. Standar kebersihan dan kontrol kualitas harus benar-benar diterapkan,” kata dia.

PMII Pangkep juga mendesak Dinas Pendidikan serta Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep bersikap transparan dan bertanggung jawab penuh dalam menyampaikan hasil pemeriksaan kepada publik.

“Kesehatan dan keselamatan siswa menjadi prioritas utama. Jangan sampai program MBG dijalankan hanya untuk menggugurkan kewajiban tanpa pengawasan ketat. Jika perlu, program ini dihentikan sementara sampai benar-benar aman dikonsumsi,” tegas Ma’ruf.

Lebih lanjut, Ma’ruf meminta agar para siswa yang terdampak mendapatkan penanganan medis maksimal dan pendampingan hingga pulih sepenuhnya. Ia juga mendorong pihak sekolah untuk lebih proaktif memastikan makanan yang diterima siswa terjamin kualitasnya.

“Kami berkomitmen mengawal persoalan ini sampai ada langkah konkret dan perbaikan nyata dari pemerintah daerah. Insiden ini harus menjadi pelajaran penting dalam pelaksanaan kebijakan publik, terutama yang menyangkut keselamatan generasi muda,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah dan instansi terkait masih melakukan penelusuran penyebab pasti keracunan serta melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan.