SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Tonasa kembali difokuskan pada penguatan ekonomi pesisir. Melalui Forum Multi Pihak Permata, TJSL Semen Tonasa menggelar serah terima dan sosialisasi Program Bina Usaha Kelompok Budidaya Rumput Laut Tahun Anggaran 2025 di Aula Kantor Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Senin (24/11/2025) lalu.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pemerintah desa, kelompok masyarakat, serta perwakilan perusahaan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kelompok pembudidaya rumput laut sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir Desa Bulu Cindea.

Kepala Desa Bulu Cindea, Made Ali HB, menyampaikan apresiasi atas dukungan TJSL PT Semen Tonasa yang dinilainya sangat membantu pembangunan desa.

“Kami sangat berterima kasih kepada manajemen TJSL PT Semen Tonasa. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” ujar Made Ali.

Dia mengungkapkan, pada tahun 2026 alokasi anggaran pembangunan Desa Bulu Cindea diperkirakan mengalami pengurangan sekitar Rp 600 juta hingga Rp 700 juta. Karena itu, kehadiran program TJSL dinilai strategis dalam menopang pembangunan dan pemberdayaan ekonomi warga.

“Dengan adanya bantuan dari TJSL PT Semen Tonasa, tentu ini sangat membantu keberlanjutan pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat Desa Bulu Cindea,” kata Made Ali.

Made Ali juga mengingatkan para penerima manfaat agar menggunakan bantuan secara optimal dan bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan pihak perusahaan agar program yang dijalankan dapat memberikan dampak jangka panjang.

“Kami berharap kelompok budidaya rumput laut terus meningkatkan kapasitas dan manajemen kelompok, sehingga mampu memanfaatkan peluang pasar dan meningkatkan kualitas produksi,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Senior Manager of TJSL PT Semen Tonasa, Abbas, mengatakan pengembangan budidaya rumput laut ke depan perlu didorong melalui inovasi dan peningkatan nilai tambah.

“Ke depan, program rumput laut harus berbasis inovasi. Kami merencanakan studi tiru ke Kota Makassar terkait pengolahan rumput laut menjadi terigu,” kata Abbas.

Ia menambahkan, TJSL Semen Tonasa juga menyiapkan rencana jangka menengah pembangunan rumah budidaya rumput laut di lokasi strategis yang akan dimasukkan dalam peta jalan program tahun berikutnya.

“Kami juga berharap ke depan ada greenhouse untuk budidaya rumput laut yang lebih bersih dan praktis,” ujarnya.

Menurut Abbas, salah satu target penting program ini adalah mendorong kemandirian kelompok dalam penyediaan bibit, sehingga petani tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar Kabupaten Pangkep.

“Kami mendorong agar tersedia lokasi penjemuran rumput laut dengan plastik UV agar lebih higienis dan nilai jualnya meningkat karena terhindar dari paparan logam berat akibat asap kendaraan,” jelas Abbas.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bantuan peralatan budidaya rumput laut, antara lain tali tampar, tali bentangan, pelampung jaring ikan, botol plastik bekas, reflektor scotlight, serta bibit rumput laut. Bantuan tersebut diberikan kepada 30 penerima manfaat dari Dusun Biringkassi dan Dusun Jollo, Desa Bulu Cindea.

Agenda berikutnya diisi dengan sosialisasi dan FGD yang dibawakan oleh Kapten Guntur Eko Prasetyo, Senior Manager Port Management sekaligus Port Master. Ia memaparkan materi terkait Wilayah Kerja Pelabuhan Tersus Biringkassi kepada kelompok petani rumput laut dan nelayan setempat.

Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai masukan dan tantangan yang dihadapi dalam budidaya rumput laut, seperti perubahan cuaca ekstrem, keterbatasan bibit berkualitas, batas wilayah pembibitan, serta akses pemasaran yang masih terbatas. Masukan tersebut menjadi bahan penting bagi para pemangku kepentingan untuk menyusun program yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat pesisir.