SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Forum Andi Mappe Kelurahan Samalewa menggelar pelatihan produksi pelet pakan ayam dan bebek di Kampung Lejang, Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Jumat (12/12/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengadaan alat produksi pelet melalui Renja TJSL PT Semen Tonasa dalam Program Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Produktivitas Peternakan Ayam dan Bebek.

Pelatihan tersebut diikuti oleh kelompok Anugerah Lejang dan menjadi langkah awal pemanfaatan alat produksi pakan ternak yang telah disalurkan perusahaan kepada masyarakat Ring 1 operasional PT Semen Tonasa.

Ketua Forum Andi Mappe Kelurahan Samalewa, Andi Mappagiling, menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Semen Tonasa yang telah membantu pengadaan alat dan mesin produksi pelet pakan ternak.

“Terima kasih banyak kepada pihak manajemen PT Semen Tonasa atas perhatiannya kepada warga Ring 1. Sudah mengadakan alat dan mesin produksi pelet pakan ayam dan bebek. Jadi saya minta pengurus kelompok untuk menjaga alat produksi ini agar bisa berkelanjutan dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Andi Mappagiling dalam sambutannya.

Plt SM of TJSL PT Semen Tonasa Abbas (tengah) menghadiri pelatihan produksi pelet pakan ayam dan bebek di Kampung Lejang, Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Jumat (12/12/2025).

Dia menambahkan, program ini telah memiliki peta jalan pengembangan ke depan yang diharapkan dapat terus didukung.

“Kami berharap ke depan, berdasarkan roadmap program ini, kita bisa mengusulkan pembangunan rumah produksi, serta penambahan mesin pengaduk dan mesin pengering pelet pakan,” ujarnya.

Materi pelatihan tidak hanya berfokus pada teknis produksi, tetapi juga pengelolaan program pemberdayaan. Comdev Specialist sekaligus Founder Bina Lingkungan Indonesia Bingkai, Ruslan Ali, menyampaikan materi tentang sistem perencanaan, realisasi, serta monitoring dan evaluasi (Monev) program.

“Kalau program ini dikelola dengan baik, maka selain memenuhi kebutuhan pasar peternakan, juga bisa menyerap tenaga kerja,” kata Ruslan.

Ia juga menekankan pentingnya keseriusan kelompok dalam mengelola usaha tersebut agar berkelanjutan.

“Kami menitip agar kelompok benar-benar serius mengelola usaha produksi pelet ini, termasuk membuat rumah mesin supaya alat produksi bisa terawat dan digunakan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pangkep, Wahyudin, menilai organisasi kelompok Anugerah Lejang sudah memiliki pembagian peran yang jelas dalam pengelolaan usaha.

“Organisasi kelompok Anugerah Lejang dalam pengelolaan usaha produksi pelet bekerja secara produktif, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, bidang produksi hingga bidang pemasaran,” kata Wahyudin.

Menurutnya, peluang pasar pakan ternak di Kabupaten Pangkep masih terbuka lebar dan sangat potensial untuk dikembangkan oleh masyarakat.

“Peluang pasar pakan ternak di Pangkep terbuka luas untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Apalagi di sini bahan baku untuk produksi pelet relatif mudah didapatkan,” ujarnya.

Suasana pembuatan pelet pakan ternak ayam dan bebek dalam pelatihan produksi di Kampung Lejang, Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. (Foto: Ahmad/Simpul Rakyat)

Dalam pelatihan ini, peserta juga melakukan praktik langsung pembuatan pakan ayam dan bebek menggunakan alat produksi bantuan TJSL PT Semen Tonasa. Praktik meliputi pengenalan proporsi bahan pelet hingga proses pencetakan pakan.

Sementara Plt Senior Manager of TJSL PT Semen Tonasa, Abbas, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengingatkan agar alat produksi yang diberikan benar-benar dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.

“Alat pakan ternak yang diberikan ini dijaga dengan baik. Jika suatu saat kelompok tidak mampu mengoperasikan alat ini, maka bisa diserahkan kepada kelompok masyarakat lain yang siap menggunakannya. Namun kami melihat kelompok ini mampu menggunakan alat dengan baik,” kata Abbas.

Dia juga mengapresiasi peran masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah sekitar perusahaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Kelurahan Samalewa yang senantiasa bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam menjaga keamanan, sehingga kita bisa hidup tenang dan damai, serta PT Semen Tonasa dapat beroperasi dengan normal. Dengan begitu, program-program pemberdayaan ke depan bisa terus dilanjutkan,” pungkas Abbas.