SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Forum CSR Biring Ere Madani menggelar pelatihan peningkatan kapasitas tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai upaya memperkuat kualitas pembelajaran sejak usia dini, berlangsung di Ruang Diklat PT Semen Tonasa, Kabupaten Pangkep, Rabu (5/11/2025) lalu.

Ketua Forum CSR Biring Ere Madani, Abd Rasyid, mengatakan pelatihan ini diikuti oleh para guru PAUD dari wilayah Ring 1 PT Semen Tonasa, dirancang untuk mendorong guru lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan bagi anak-anak.

“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan interaktif, sehingga proses belajar anak menjadi lebih efektif dan menyenangkan,” kata Abd Rasyid dalam sambutannya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru PAUD yang tetap berkomitmen meningkatkan kapasitas diri di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan.

“Terima kasih kepada seluruh guru PAUD yang hadir. Dedikasi bapak dan ibu guru adalah fondasi penting bagi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Founder Lembaga Bingkai, Ruslan Ali, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Semen Tonasa yang dikelola melalui TJSL. Program tersebut melibatkan pendampingan mulai dari tahap perencanaan hingga monitoring kegiatan di wilayah Ring 1.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari tahapan program tahunan. Dalam pelaksanaannya, tentu ada penyesuaian mengikuti kebijakan pemerintah maupun kebijakan TJSL,” ujar Ruslan.

Ia menegaskan pentingnya perhatian terhadap lembaga pendidikan dasar di desa-desa, seperti PAUD, TK, dan TPA, yang selama ini kerap luput dari arus utama pembangunan.

“Pengembangan lembaga pendidikan usia dini harus menjadi perhatian bersama. Melalui kegiatan seperti ini, perencanaan dan pengembangannya bisa berjalan lebih terarah dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara Manajer Program Kemitraan TJSL PT Semen Tonasa, Mustakim, menyampaikan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan akan tetap menjadi fokus utama program CSR perusahaan ke depan.

“Kami berharap ada dukungan penuh dari manajemen untuk keberlanjutan program peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Program ini juga perlu disinergikan dengan forum desa agar dampaknya lebih luas,” ujar Mustakim.

Selain pendidikan, ia juga menyebutkan bahwa ke depan akan ada penguatan pada unit PKG untuk mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat di Ring 1 melalui usaha terpadu.

Suasana diskusi kelompok peserta pelatihan peningkatan kapasitas tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Ruang Diklat PT Semen Tonasa, Kabupaten Pangkep, Rabu (5/11/2025) lalu. (Foto: Ist)

Pelatihan kemudian diisi dengan materi peningkatan kompetensi guru PAUD oleh Dasnah. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya penggunaan media pembelajaran interaktif untuk mendukung perkembangan anak usia dini.

“Media interaktif memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah. Anak tidak hanya melihat atau mendengar, tetapi juga merespons,” jelas Dasnah.

Menurutnya, media pembelajaran berbasis video dapat menghemat waktu guru karena materi sudah disiapkan sebelumnya, sekaligus membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami anak. Selain media digital, ia juga menekankan pentingnya alat kreatif buatan sendiri, seperti kartu, puzzle, kegiatan meronce, menggambar, dan mencocokkan.

“Guru harus memahami tahapan perkembangan anak. Kurikulum memang penting, tapi guru yang paling tahu kebutuhan siswanya, termasuk anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Dasnah menjelaskan bahwa media visual dan audio sangat membantu anak dengan gangguan bicara. Ia juga menyinggung penyebab tantrum pada anak yang umumnya terjadi karena ketidakmampuan anak mengomunikasikan perasaan dan kebutuhannya.

“Tantrum bukan karena anak nakal, tapi karena mereka belum mampu menyampaikan apa yang dirasakan,” katanya.

Materi kedua disampaikan oleh Ruslan Ali dengan topik strategi pembelajaran kreatif, inovatif, dan partisipatif. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran PAUD sangat ditentukan oleh kompetensi guru.

“Kualitas pembelajaran di PAUD adalah fondasi penting bagi pertumbuhan anak ke jenjang berikutnya,” ujarnya.

Karena peserta adalah orang dewasa, pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam pelatihan ini berbasis andragogik, yaitu metode belajar yang menekankan kemandirian dan partisipasi aktif peserta.

Peserta kemudian dibagi ke dalam kelompok untuk praktik perencanaan kreatif, mulai dari pembuatan peta sekolah PAUD, diagram venn, pohon analisis masalah, hingga matriks peringkat untuk menentukan prioritas kebutuhan.

Hasil diskusi kelompok dipresentasikan oleh perwakilan masing-masing wilayah, yakni Husma dari Bulu Tellue dan Jumriani dari Biring Ere.

Kegiatan ditutup oleh Ketua Koordinator Pendamping TJSL PT Semen Tonasa, Ahyar yang menyampaikan pesan inspiratif kepada para guru PAUD. Ia menegaskan bahwa kebutuhan PAUD dapat diusulkan melalui musyawarah forum tahun 2026, meskipun insentif tidak diberikan dalam bentuk uang.

“Menjadi guru adalah pekerjaan mulia. Ilmu yang diajarkan menjadi amal jariyah. Keberhasilan pendidikan tidak bergantung pada fasilitas, tetapi pada semangat dan ketulusan guru,” ujarnya.

Sementara itu, Ruslan Ali dalam penutupnya mengajak semua pihak untuk terus mendukung dunia pendidikan dan keberlanjutan program CSR perusahaan.

“Dari keuntungan perusahaan, lahir program-program yang mendukung guru dan pendidikan, termasuk PAUD. Karena itu, mendukung perusahaan berarti ikut mendukung masa depan pendidikan,” tutupnya. (*)