SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Forum CSR Multi Pihak Taruna Melati Kelurahan Kalabbirang, menggelar Pelatihan Aplikasi Komposter Rumahan sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan ini didampingi Tim Pendamping Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Tonasa, berlangsung di Talaka, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Kamis (11/12/2025).
Pelatihan tersebut dirangkaikan dengan penyuluhan dan sosialisasi pengelolaan sampah oleh Tim Proper PT Semen Tonasa.
Program ini merupakan bagian dari Rencana Kerja (Renja) TJSL PT Semen Tonasa Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan melalui Forum CSR Multi Pihak Taruna Melati Kelurahan Kalabbirang.
Plt Senior Manager of TJSL PT Semen Tonasa, Abbas, membuka kegiatan bersama TJSL & Comdev Junior Officer, Muh Syahreza Rifti.
Dalam sambutannya, Abbas menegaskan bahwa pendekatan sosial perusahaan kini tidak lagi menggunakan istilah CSR, melainkan TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
“Terkait dengan program TJSL yang sudah masuk tahun ketiga ini, kita sudah tidak menggunakan istilah CSR. Selama ini CSR sering dipahami sebagai bagi-bagi uang, dan paradigma itu sekarang kita buang,” kata Abbas.

Menurut Abbas, TJSL menekankan program yang berdampak jangka panjang dan mendorong kemandirian masyarakat.
“TJSL adalah bagaimana membuat program pemberdayaan agar masyarakat lebih berdaya dan bermanfaat, melalui pelatihan, pembekalan, maupun bantuan peralatan, sehingga pengetahuan dan perekonomian masyarakat bisa meningkat,” ujarnya.
Abbas juga menjelaskan arah kebijakan TJSL PT Semen Tonasa ke depan. Ia menyebutkan, tahun ini perusahaan memfokuskan program pada tiga sektor utama.
“Atas arahan Kementerian BUMN, fokus TJSL tahun ini adalah peningkatan kapasitas pendidikan, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi,” ucapnya.
Sementara itu, Manager Proper & CDM PT Semen Tonasa, Andi Mayundari, yang didampingi Tim Proper PT Semen Tonasa Wendy Sihombing dan Muh Syahreza Rifti, berharap pelatihan komposter rumahan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran lingkungan di tingkat kelurahan.
“Kami berharap warga Kelurahan Kalabbirang, khususnya yang berada di kawasan ring 1 PT Semen Tonasa, dapat menjadi contoh desa yang peduli lingkungan, bersih, sehat, dan berdaya secara ekonomi melalui pengelolaan sampah,” kata Andi Mayundari.

Dalam sesi sosialisasi, Wendy Sihombing dari Tim Proper PT Semen Tonasa menjelaskan dasar-dasar pengelolaan sampah rumah tangga.
“Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau dari proses alam yang berbentuk padat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sampah organik memiliki potensi besar untuk dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
“Sampah organik berasal dari sisa organisme hidup, baik manusia, tumbuhan, maupun hewan, dan mudah terurai. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, DBD, dan penyakit kulit,” jelas Wendy.
Wendy juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah.
“Pemilahan dimulai dengan mensortir sampah sesuai klasifikasinya, kemudian dimasukkan ke tempat sampah yang telah dilabeli. Sampah yang tidak dapat didaur ulang dibuang ke TPA, sementara yang bisa didaur ulang dapat ditabung di bank sampah,” katanya.

Materi pelatihan pengomposan disampaikan oleh Direktur Lembaga Demokrasi Celebes, Sjamsuddin Moedji. Ia menjelaskan bahwa komposter rumahan merupakan solusi praktis dalam mengolah sampah organik.
“Kompos adalah bahan organik yang telah mengalami proses dekomposisi oleh mikroorganisme sehingga menjadi pupuk organik yang stabil, kaya nutrisi, dan bermanfaat bagi tanah,” ujar Sjamsuddin.
Menurut dia, hasil dari proses pengomposan tidak hanya berupa kompos padat.
“Hasil akhirnya terdiri dari kompos padat, air lindi, dan maggot yang juga memiliki nilai ekonomis,” katanya.

Materi terakhir disampaikan oleh Founder Lembaga Bingkai, Ruslan Ali, didampingi Koordinator Pendamping TJSL PT Semen Tonasa, Ahyar. Keduanya membahas pentingnya perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi dalam program pemberdayaan masyarakat.
Ruslan menyinggung kebijakan nasional terkait pengelolaan sampah.
“Pemerintah menargetkan pembangunan 83.451 bank sampah hingga tahun 2029. Data pengelolaan sampah nasional dapat diakses melalui Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” jelasnya.
Ia juga memaparkan kondisi pengelolaan sampah di Indonesia.
“Hingga Februari 2025, terdapat 371 bank sampah induk dan 24.893 bank sampah unit di 447 kabupaten/kota. Selain itu, Indonesia memiliki sekitar 550 tempat pemrosesan akhir sampah yang sebagian masih dalam tahap peralihan dari praktik pembuangan terbuka,” ungkap Ruslan.
Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan serah terima Program Pengelolaan Sampah Menuju Kelurahan Bersih dan Sehat, yang menjadi bagian dari Renja TJSL PT Semen Tonasa Tahun 2025. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat Kelurahan Kalabbirang dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah.


Tinggalkan Balasan