SimpulRakyat.co.id, Makassar – Menjelang pelaksanaan Kongres Nasional ke-VII Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) yang dijadwalkan berlangsung di Malino, Sulawesi Selatan, pada 28-30 Desember 2025, Ahmad Hanifulla menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Panglima Besar Komando Pusat GAM periode 2025-2027.

Ahmad Hanifulla, yang akrab disapa Peluru 94M, menegaskan tekadnya untuk memperebutkan posisi tertinggi di tubuh organisasi tersebut. Pernyataan itu disampaikannya pada Sabtu (20/12/2025).

“Dalam Kongres Nasional ke-VII ini, saya siap bertarung mencalonkan diri sebagai Panglima Besar Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) periode 2025-2027,” ujar Peluru.

Peluru diketahui merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo sekaligus kader GAM dari Pasukan Sawerigading 19. Sebelumnya, ia pernah mengemban amanah sebagai Bendahara Umum Komando Wilayah GAM Luwu Raya sebelum memutuskan maju dalam kontestasi pemilihan Panglima Besar.

Ia mengatakan, keinginannya untuk menjadi orang nomor satu di GAM bukanlah keputusan yang datang secara tiba-tiba. Menurut Peluru, cita-cita tersebut telah lama ia persiapkan dengan kesungguhan dan kesiapan mental untuk mengikuti dinamika kongres nasional.

“Menjadi bagian dari kepemimpinan pusat GAM adalah cita-cita yang sudah lama saya bangun. Saya datang ke kongres dengan kesiapan penuh dan niat berkontribusi lebih besar untuk organisasi,” kata dia.

Dalam kontestasi ini, Peluru mengusung visi untuk meningkatkan kecintaan kader terhadap organisasi yang dilandasi kesadaran ideologis serta semangat persaudaraan yang kokoh. Ia menilai, rasa memiliki terhadap lembaga menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan perjuangan GAM.

Sementara dalam misi, Peluru menegaskan komitmennya pada prinsip perjuangan yang responsif terhadap berbagai polemik sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Selain itu, ia juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kapasitas intelektual kader melalui kajian sosial, hukum, dan politik.

“Pewarisan kesadaran dan tanggung jawab kader sangat menentukan arah dan haluan organisasi ke depan. GAM harus terus melahirkan kader yang matang secara intelektual dan karakter,” ujarnya.

Peluru menambahkan, penguatan karakter kader harus berjalan seiring dengan kemampuan membaca dan menyikapi berbagai problematika bangsa, khususnya yang terjadi di Sulawesi Selatan.

Ia meyakini, dengan menumbuhkan semangat perjuangan yang konsisten serta upaya nyata dalam membangun kecintaan terhadap organisasi dan persaudaraan antarkader, cita-cita besar perjuangan GAM dapat terus diwujudkan secara berkelanjutan.

“Kongres ini bukan sekadar perebutan jabatan, tetapi momentum menentukan arah masa depan Gerakan Aktivis Mahasiswa,” tutup Peluru.