SimpulRakyat.co.id, Pangkep – PT Semen Tonasa melalui program TJSL kembali menggelar pelatihan peningkatan kapasitas kader Posyandu dalam upaya pencegahan stunting, berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Selasa (2/12/2025) kemarin.
Plt Senior Manager TJSL PT Semen Tonasa, Abbas, hadir didampingi TJSL & Comdev Jr Officer, Muh Syahreza Rifti, untuk membuka kegiatan yang melibatkan kader Posyandu setempat. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh Forum CSR Multi Pihak Taruna Melati di Kelurahan Kalabbirang.
Dalam sambutannya, Abbas menekankan pentingnya perubahan paradigma dari CSR menjadi TJSL, yang lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat ketimbang sekadar bantuan finansial.
“Terkait dengan program TJSL yang sudah masuk tahun ketiga ini, kita sudah tidak menggunakan istilah CSR, tapi kita beralih ke TJSL. Yang selama ini di pikiran masyarakat CSR itu bagi-bagi uang, sekarang paradigma itu dibuang,” kata Abbas.
“TJSL sekarang adalah bagaimana membuat program pemberdayaan, sehingga masyarakat lebih berdaya, lebih bermanfaat, melalui pelatihan, pembekalan, atau bantuan peralatan, supaya bisa meningkatkan pengetahuan dan perekonomiannya,” tambahnya.
Abbas menjelaskan arah program TJSL ke depan. Menurutnya, fokus kegiatan tahun ini menindaklanjuti tiga program sebelumnya.
“Tahun ini, atas arahan kementerian BUMN, kita fokus pada peningkatan kapasitas pendidikan, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.
“Untuk 2026, semua program akan mengacu pada arahan PT Danantara, bukan lagi BUMN, dan fokusnya tetap sama. Insya Allah, kita akan terus melakukan pemberdayaan masyarakat berdasarkan hasil sosial mapping yang dilakukan,” pungkas Abbas.

Materi kesehatan terkait stunting disampaikan oleh narasumber dari Puskesmas Kalabbirang, Jusmiati. Ia menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Pendek karena gangguan genetik, hormonal, atau muskuloskeletal tidak dikategorikan sebagai stunting,” jelas Jusmiati.
“Stunting bisa dicegah melalui 1.000 hari pertama kehidupan. Memastikan kesehatan dan gizi yang cukup akan berdampak pada kesehatan yang baik di masa depan,” tambahnya.
Selain materi kesehatan, pelatihan juga menghadirkan sesi mengenai sistem perencanaan, realisasi, dan monitoring evaluasi program pemberdayaan masyarakat. Sesi ini dibawakan oleh Founder Lembaga Bingkai, Ruslan Ali, bersama Ketua Koordinator Tim Pendamping TJSL PT Semen Tonasa, Ahyar.
“Kader Posyandu adalah relawan masyarakat yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di komunitas, membantu tenaga kesehatan melayani ibu hamil, bayi, balita, hingga lansia,” jelas Ruslan Ali.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan meningkatkan kapasitas kader Posyandu, sehingga upaya pencegahan stunting di Kabupaten Pangkep secara keseluruhan, serta di wilayah Ring 1 masyarakat sekitar PT Semen Tonasa, dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan