SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Sebanyak 1.920 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, menerima bantuan perlengkapan sekolah berupa sepatu dan tas, Rabu (24/12/2025).

Bantuan tersebut disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pangkep bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pangkep. Penyerahan simbolis berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Pangkep dan diikuti oleh 100 perwakilan siswa.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau bersama Ketua Baznas Pangkep Muh. Arif Arfah dan Kepala Dinas Pendidikan Pangkep Sabrun Jamil menyerahkan langsung bantuan kepada para siswa penerima.

Muhammad Yusran Lalogau mengatakan, bantuan sepatu dan tas sekolah ini melengkapi program seragam sekolah gratis yang sebelumnya telah dijalankan oleh pemerintah daerah.

“Program ini kami hadirkan untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena keterbatasan perlengkapan sekolah. Sepatu dan tas ini diberikan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan, khususnya dari keluarga kurang mampu,” kata Yusran.

Ia menegaskan, bantuan tersebut bersumber dari zakat masyarakat yang dikelola oleh Baznas. Karena itu, Yusran mengajak masyarakat Pangkep untuk terus menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

“Zakat yang ditunaikan masyarakat kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang nyata dan tepat sasaran. Saya juga meminta Baznas memastikan pendataan dan penyaluran bantuan dilakukan secara akurat,” ujarnya.

Ketua Baznas Pangkep Muh. Arif Arfah menjelaskan, total penerima bantuan tahun ini mencapai 1.920 siswa yang tersebar di ratusan sekolah di Kabupaten Pangkep.

“Bantuan ini menyasar siswa SD dan SMP yang terdata belum memiliki perlengkapan sekolah yang memadai. Penyalurannya menjangkau 305 SD dan puluhan SMP di seluruh wilayah Pangkep,” kata Arif.

Menurut Arif, program bantuan perlengkapan sekolah merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam mendukung sektor pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat.

“Zakat yang kami kelola diarahkan untuk program-program yang berdampak langsung. Pendidikan menjadi salah satu prioritas, agar anak-anak lebih percaya diri dan semangat mengikuti proses belajar,” ujarnya.

Selain penyaluran bantuan, pada kegiatan yang sama Pemerintah Kabupaten Pangkep juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa, berupa pengecekan tekanan darah. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini kondisi kesehatan anak, seiring perhatian pemerintah daerah terhadap kasus penyakit jantung pada anak di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Pangkep Sabrun Jamil mengatakan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Baznas menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat dan inklusif.

“Selain memastikan perlengkapan sekolah terpenuhi, kami juga ingin anak-anak mendapat perhatian dari sisi kesehatan. Pendidikan yang berkualitas harus ditopang oleh kondisi fisik yang sehat,” kata Sabrun. (*)