SimpulRakyat.co.id, Luwu–
Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah dan Guru se-Kabupaten Luwu resmi digelar pada Rabu–Jumat, 12–14 November 2025. Kegiatan yang berlangsung serentak di delapan Korwil ini menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pendidikan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan mendukung implementasi Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.
Pelatihan ini menekankan tiga pilar utama yaitu mindful, meaningful, dan joyful learning. Konsep tersebut diyakini mampu membuat proses belajar lebih bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman. Selain itu, pendekatan pembelajaran mendalam juga diharapkan menjadi solusi untuk peningkatan literasi dan numerasi siswa, sekaligus menjawab tantangan rendahnya capaian PISA Indonesia.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, S.STP, melalui media Zoom Meeting. Sebanyak 1.065 peserta dari 534 satuan pendidikan—baik negeri maupun swasta yang tidak menerima BOS Kinerja—mengikuti pelatihan yang terselenggara di delapan titik Korwil.
Salah satu peserta, Muliati, S.Pd.Gr, guru SMPN Satap Lumaring, mengungkapkan rasa bangga dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Sebelum mengikuti pelatihan ini, saya merasa tertantang untuk mengetahui lebih rinci apa saja yang ada dalam lingkup pembelajaran mendalam. Karena sebelumnya saya hanya mendengar sedikit informasi. Setelah mengikuti program ini, saya sangat bahagia dan bangga bisa berpartisipasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan yang dilaksanakan di SDN 9 Rape-rape itu memberikan banyak wawasan baru, mulai dari pola pikir bertumbuh (growth mindset), prinsip pembelajaran mendalam, pengalaman belajar, hingga kerangka pembelajaran meliputi kemitraan, pemanfaatan digital, lingkungan belajar, serta praktik pedagogis.
“Saya juga mempelajari pentingnya kolaborasi antara guru dan pihak-pihak terkait untuk memahami proses pembelajaran peserta didik. Terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Kepala Dinas Pendidikan Luwu, serta para fasilitator dan pendamping,” tambahnya.
Antusiasme serupa disampaikan Sahabuddin, S.Pd, Kepala SDN 8 Lumaring. Ia menilai pelatihan ini merupakan investasi strategis bagi masa depan pendidikan di Luwu.
“Pelatihan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning bukan sekadar tren, tetapi investasi bagi masa depan profesional guru dan kepala sekolah demi masa depan siswa kita,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini mengarahkan pendidik untuk bertransformasi dari metode tradisional menuju praktik yang lebih efektif, relevan, dan berdampak.
“Tujuannya untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran, mengembangkan kompetensi pedagogik, serta mempersiapkan siswa menghadapi tantangan Abad ke-21,” jelas Sahabuddin.
Dengan tingginya antusiasme peserta dan dukungan penuh Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, pelatihan ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam praktik pembelajaran di sekolah-sekolah Luwu, serta memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan daerah.


Tinggalkan Balasan