SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Marching Band SMP Negeri 1 Pangkajene menggelar konser pamit sebagai rangkaian persiapan sebelum berlaga di ajang Phinisi Marching Competition (PMC) yang akan berlangsung di GOR Sudiang, Makassar, Kamis-Jumat, 20-24 November 2025.
Konser yang dimulai pukul 10.00 WITA dan berakhir sekitar pukul 12.00 WITA itu menjadi momentum bagi para siswa untuk meminta restu kepada orang tua, guru, serta rekan-rekan mereka.
Sejak pagi, halaman sekolah dipadati undangan, mulai dari guru, pembina, hingga para orang tua yang datang khusus memberikan dukungan.
Selama dua jam, para personel menampilkan rangkaian repertoar yang telah mereka siapkan selama hampir tiga bulan.
Beberapa guru menuturkan, latihan kerap berlangsung hingga malam hari demi mematangkan materi kompetisi.
“Anak-anak sudah berlatih intensif. Banyak di antara mereka pulang malam untuk memastikan seluruh gerakan, formasi, dan musik benar-benar siap,” ujar seorang guru pembina di sela kegiatan, Selasa (18/11/2025).
Kepala SMPN 1 Pangkajene, Mansyur, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan marching band tidak hanya menjadi ruang berkesenian, tetapi juga sarana pembinaan karakter.
Menurut dia, disiplin, kerja sama tim, serta komitmen yang dibangun selama latihan menjadi nilai penting bagi tumbuh kembang siswa.
“Marching band adalah ruang belajar. Di sini anak-anak belajar disiplin, belajar memimpin, dan belajar bekerja sama. Semua itu adalah bekal yang akan mereka bawa ke masa depan,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada paguyuban orang tua yang selama ini ikut terlibat dalam mendukung kegiatan marching band. Kehadiran paguyuban, katanya, membantu kelancaran latihan sekaligus menjadi penopang semangat para siswa.
“Peran orang tua sangat terasa. Dukungan mereka membuat latihan berjalan lancar dan anak-anak tetap konsisten,” tutur Mansyur.
Dia berharap kegiatan positif seperti marching band dapat terus difasilitasi di sekolah.
Menurut dia, model pembinaan semacam ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di Kabupaten Pangkep maupun daerah lain di Sulawesi Selatan.
“Jika pembinaan seperti ini didukung secara berkelanjutan, saya yakin akan lahir lebih banyak siswa yang disiplin, percaya diri, dan berprestasi,” ucapnya.


Tinggalkan Balasan