SimpulRakyat.co.id, Luwu – Kejaksaan Negeri Luwu menggelar coffee morning bersama puluhan jurnalis dan perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) se-Kabupaten Luwu di Aula Kantor Kejari Luwu, Jumat (21/11/2025).

Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum terbuka untuk membangun sinergi dalam penegakan hukum, terutama di bidang pemberantasan korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri Luwu yang baru menjabat, Muhandas Ulimen, menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya pemberantasan tindak pidana korupsi serta pemulihan aset daerah.

Dia menyebut peran pers dan organisasi masyarakat sipil sangat dibutuhkan sebagai mitra strategis dalam pengawasan publik.

“Sejak awal saya masuk, saya meminta dukungan dari rekan-rekan media dan LSM. Peran pengawasan publik sangat penting untuk membantu Kejaksaan mengungkap dugaan korupsi. Tugas kami bukan hanya memproses hukum, tetapi juga memulihkan aset daerah dan mengembalikan kerugian negara,” kata Muhandas.

Diskusi yang dipimpin Kepala Seksi Intelijen Kejari Luwu, Andi Ardiaman, berlangsung dinamis. Sejumlah wartawan mengungkap dugaan praktik penyimpangan di Luwu, mulai dari pelaksanaan proyek fisik hingga proses pengadaan barang dan jasa.

Salah satu isu yang paling banyak disorot adalah dugaan praktik jual beli Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Luwu. Wartawan menyebut isu tersebut sudah lama menjadi buah bibir dan diduga menjadi ruang bisnis bagi oknum tertentu.

“Kami sering mendengar Pokir ini diperdagangkan, menjadi lahan bisnis. Kami berharap Kejari Luwu bisa mengusut persoalan ini,” ujar seorang wartawan dalam forum tersebut.

Menanggapi hal itu, Muhandas menegaskan bahwa pihaknya telah memberi perhatian khusus.

“Isu ini juga sudah digarisbawahi oleh KPK. Kami sementara menelusuri dan meneropong dugaan-dugaan tersebut,” ujarnya.

Dia menambahkan, Kejari Luwu tidak akan ragu mengambil langkah hukum apabila ditemukan bukti kuat terkait praktik jual beli Pokir maupun penyimpangan anggaran lain.

Menurut Muhandas, kolaborasi antara Kejaksaan, media, dan masyarakat sipil penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Ia berharap komunikasi yang terbangun tidak berhenti pada pertemuan ini, tetapi terus dilanjutkan dalam kerja pengawasan sehari-hari.

Kegiatan coffee morning ditutup dengan sesi foto bersama. Para peserta berharap sinergi antara Kejari Luwu dan publik dapat semakin menguat demi penegakan hukum yang profesional dan berintegritas di Kabupaten Luwu.