SimpulRakyat.co.id, Luwu —
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Luwu menggelar kegiatan advokasi pencegahan bahaya Napza (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif) bagi guru Bimbingan Konseling (BK) dan guru wali kelas tingkat SMP. Kegiatan berlangsung di Aula Andi Kambo, Kota Belopa, pada 17–18 November 2025.
Kegiatan dibagi menjadi dua gelombang, hari pertama mengundang peserta dari tingkat SMP, di hari kedua mengundang peserta dari tingkat SD. Sebanyak 206 perwakilan dari 103 SMP se-Kabupaten Luwu mengikuti kegiatan hari ini. Hadir pula perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo sebagai mitra strategis dalam upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini penting dilakukan karena adanya penurunan skor iklim keamanan satuan pendidikan pada Rapor Pendidikan Tahun 2025.
“Tahun ini, iklim keamanan satuan pendidikan kita turun 1,11 poin. Ini harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa iklim keamanan satuan pendidikan merupakan kondisi sekolah yang aman, nyaman, tertib, bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan segala bentuk ancaman, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung optimal.
Sambutan dari Kepala BNN Kota Palopo yang diwakili Darnawati, S.Sos., menegaskan kesiapan BNN dalam bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Luwu.
“Kami siap bermitra dengan Kabupaten Luwu demi mewujudkan daerah yang bebas narkoba. Bahaya narkoba adalah musuh nyata yang mengancam masa depan kita, termasuk peserta didik di bangku sekolah,” tegasnya.
Darnawati menambahkan bahwa sekolah merupakan benteng utama pembentukan moral anak didik. Karena itu, ia mendorong adanya langkah lanjutan berupa pembentukan sekolah bersih narkoba, program pencegahan, rehabilitasi, serta upaya deteksi dini.
Ia juga mengingatkan adanya temuan kasus narkoba di kalangan pelajar. “Bulan lalu, ada lima siswa tingkat SMP yang kami temukan di Palopo. Tidak menutup kemungkinan hal seperti ini juga bisa terjadi di Luwu,” ujarnya.
Bupati Luwu Instruksikan Pembentukan Tim Pencegahan Narkoba di Sekolah
Bupati Luwu, H. Patahudding, yang turut memberikan sambutan, menegaskan pentingnya aksi cepat dan sistematis di tingkat satuan pendidikan.
“Segera bentuk tim di sekolah untuk pencegahan narkoba. Tolong dijaga betul anak-anak sekolah kita. Saya mohon BNN membantu kami agar sekolah-sekolah di Luwu benar-benar bebas dari narkoba,” kata Bupati.

Ia juga meminta agar dijadwalkan kunjungan ke sekolah-sekolah guna memantau langsung kondisi dan upaya pencegahan narkoba.
“Pencegahan Napza di sekolah bukan kegiatan insidental, tetapi harus menjadi budaya di lingkungan pendidikan kita,” tegasnya.
Kegiatan advokasi ini menjadi langkah awal memperkuat peran guru BK dan wali kelas dalam memberikan edukasi, deteksi dini, serta pendampingan kepada peserta didik. Pemerintah daerah, BNN, dan seluruh unsur sekolah diharapkan dapat bekerja sama mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, bersih, dan bebas dari penyalahgunaan Napza.


Tinggalkan Balasan