SimpulRakyat.co.id, Makassar – Dua pustakawan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Republik Indonesia melakukan studi layanan dan inovasi perpustakaan di Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Sabtu (11/10/2025).

Kunjungan ini bertujuan mempelajari berbagai best practice pengelolaan dan inovasi layanan literasi yang telah dijalankan oleh perpustakaan daerah tersebut.

Kedua pustakawan, Rizka Mardha dan Nurul Fitri, bersama seorang tenaga perpustakaan Kementerian PANRB, Galuh Ayu Puspita, diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady, beserta para pustakawan madya.

Dalam keterangannya, Aryati menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menganggapnya sebagai bentuk pengakuan terhadap kemajuan inovasi layanan perpustakaan di Kota Makassar.

“Terima kasih sudah memilih kami sebagai tempat studi tiru. Kami sudah memiliki 11 inovasi, dan tahun ini ada inovasi baru lagi, yakni Dobrak Literasi,” ujar Aryati.

Menurut Aryati, sebagian besar inovasi yang dikembangkan Dinas Perpustakaan Kota Makassar telah meraih penghargaan di tingkat nasional. Bahkan, salah satu inovasi mereka kini dijadikan pembelajaran di tingkat internasional.

Beberapa inovasi yang menarik perhatian tim dari Kementerian PANRB di antaranya “Dongkel with Mobile Library”, layanan mendongeng keliling yang dikombinasikan dengan perpustakaan bergerak. Program ini dirancang untuk menumbuhkan minat baca anak-anak sekaligus memperluas jangkauan literasi di masyarakat.

“Kami tertarik dengan inovasi dongeng untuk layanan anak pegawai di perpustakaan kami, dan beberapa inovasi lainnya akan kami pelajari untuk disesuaikan,” kata Rizka Mardha, pustakawan Kementerian PANRB.

Rizka menambahkan, kunjungan tersebut memberikan inspirasi baru bagi timnya untuk terus berinovasi dalam mengembangkan layanan literasi di lingkungan Kementerian PANRB.

“Kami sangat semangat untuk memperkaya layanan perpustakaan kami dengan mencontoh berbagai inovasi yang ada di Perpustakaan Makassar,” ujarnya.

Kegiatan studi inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi antarlembaga pemerintah dalam memperkuat ekosistem literasi nasional. Melalui pertukaran gagasan dan praktik baik, model pengelolaan perpustakaan daerah seperti di Makassar dapat menjadi rujukan bagi instansi pusat dalam menciptakan layanan publik berbasis literasi yang inklusif dan kreatif.