SimpulRakyat.co.id, Makassar – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai audiensi antara Penanggung Jawab Pelabuhan Perikanan Untia dan jajaran pejabat struktural Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar yang digelar di Aula Kantor KSOP Utama Makassar, Jumat (10/10).

Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat koordinasi pengelolaan pelayaran kapal perikanan di wilayah Makassar, termasuk di Pelabuhan Paotere.

Penanggung Jawab Pelabuhan Perikanan Untia, Iswadi Rahman, mengatakan, audiensi tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara Pelabuhan Perikanan Untia dan KSOP Kelas I Makassar, terutama dalam hal pengawasan keselamatan pelayaran kapal perikanan, penataan alur pelayaran, serta pembahasan pengelolaan Pelabuhan Paotere.

“Aktivitas pelayaran kapal perikanan di wilayah Paotere dan sekitarnya semakin padat dan dinamis. Kondisi ini memerlukan pengelolaan yang terkoordinasi dan berbasis regulasi agar keselamatan, keamanan, serta kelancaran operasional dapat terjamin,” ujar Iswadi.

Dia menambahkan, sinergi antara KSOP dan Syahbandar Perikanan menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pengawasan. Kolaborasi tersebut mencakup penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), penegakan standar kelaiklautan kapal, pembinaan terhadap awak kapal dan nelayan, serta penyempurnaan layanan dokumen dasar kapal perikanan.

Dalam pertemuan itu, Iswadi juga menyambut baik rencana penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pelabuhan Perikanan Untia dan KSOP Makassar terkait pengelolaan Pelabuhan Paotere yang dikelola Pelindo.

“Inisiatif PKS ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum, memperjelas pembagian kewenangan, serta meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat pelabuhan dan pelaku usaha perikanan,” katanya.

Selain itu, Iswadi menekankan pentingnya memperkuat kerja sama dalam pengukuran dan sertifikasi kapal perikanan oleh tenaga ahli ukur dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah dikukuhkan oleh Kementerian Perhubungan. Ia juga mengusulkan agar Pelabuhan Perikanan Untia memiliki fungsi Stasiun Radio Pelabuhan (SROP) sebagai sarana komunikasi keselamatan.

Langkah lain yang dianggap penting adalah memberikan edukasi kepada para nakhoda kapal agar memahami batas area jangkar dan alur pelayaran yang aman.

“Kami yakin, melalui koordinasi dan kolaborasi lintas instansi seperti ini, kita dapat bersama-sama mewujudkan tata kelola kapal perikanan dan pelabuhan yang aman, tertib, dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan nasional menuju Ekonomi Biru Indonesia Emas 2045,” ujar Iswadi.

Pelabuhan Perikanan Untia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KSOP Kelas I Makassar atas kerja sama dan dukungan terhadap upaya peningkatan keselamatan pelayaran kapal perikanan di wilayah Makassar. (*)