SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Setelah dua tahun vakum, Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Pangkep kembali menggeliat. Komunitas musik jalanan yang berdiri sejak 2011 ini merayakan hari jadinya yang ke-14 dengan penuh semangat dan makna melalui perayaan bertema “Panggilan Rindu”, pada 27-28 Oktober 2025.
Perayaan selama dua hari itu tak hanya menampilkan musik, tetapi juga kegiatan sosial, pameran seni, dan peluncuran karya musik terbaru.
Ketua Umum KPJ Pangkep, Saharuddin-akrab disapa Udin Syahruddin-mengungkapkan bahwa dua tahun masa vakum dilakukan demi menjaga netralitas selama momentum politik seperti pemilihan legislatif dan pilkada.
“Tahun ini KPJ Pangkep kembali merindukan sahabat dan saudara di jalanan untuk berkumpul dengan lantunan musik khas penyanyi jalanan,” ujar Udin, Rabu (29/10/2025) lalu.
Sebagai penanda semangat baru, KPJ Pangkep meluncurkan empat lagu: “Bohong”, “Anak Rantau”, “Desa Tumbal Kota”, dan “Crezy Politik.” Lagu-lagu ini disebut Udin sebagai bentuk ekspresi sosial yang merekam keresahan dan realitas kehidupan masyarakat hari ini.
“Setiap lagu lahir dari pengalaman dan pandangan anak-anak jalanan terhadap kehidupan di sekitar mereka. Ada kritik, tapi juga harapan,” kata Udin.
Perayaan hari pertama dimulai dengan lomba menggambar tingkat SD yang diikuti puluhan anak. Sore harinya, KPJ menyalurkan 62 paket sembako kepada kaum dhuafa di wilayah Pangkep.
Kegiatan sosial itu disambut antusias masyarakat. “Kami ingin ulang tahun ini tak sekadar pesta, tapi juga membawa manfaat bagi warga,” ujar salah satu panitia, Risman, di sela kegiatan.
Malam puncak perayaan digelar pada 28 Oktober, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97. Suasana di lokasi acara penuh warna, lampu panggung menyala, musik mengalun, dan sorak penonton berpadu dengan semangat muda yang menghangatkan udara malam.
Beragam penampilan mengisi panggung, mulai dari pameran badik oleh Lembaga Badik Celebes Pangkep, tarian dari Sanggar Seni Inninawa, hingga pembacaan puisi “Panggilan Rindu” oleh Akbar Adhyaksa. Sejumlah band lokal, serta perwakilan KPJ dari Makassar dan Gowa, turut memeriahkan perayaan itu.
Dalam kesempatan itu, Dandim 1421/Pangkep Fajar, yang juga pembina KPJ, memberikan apresiasi terhadap kiprah komunitas tersebut.
“Selama saya menjabat dua tahun lebih, KPJ ini berjalan autopilot, tapi tetap di rel yang benar. Terima kasih kepada Ketua KPJ yang terus menjaga semangat ini,” ucapnya.
Dia menilai KPJ berperan penting sebagai ruang ekspresi positif bagi generasi muda di tengah derasnya arus media sosial.
“Tadi saya lihat ada anggota KPJ yang masih duduk di bangku SD, ini luar biasa. Mari terus jaring talenta muda, bimbing mereka agar menyalurkan bakat di jalur yang positif,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pangkep Abdul Rahman Assegaf menyampaikan apresiasinya atas semangat dan kekompakan keluarga besar KPJ.
“Di tengah kepenatan politik, seni menjadi ruang untuk mengekspresikan diri dan menjaga keseimbangan batin. Saya yakin KPJ bukan sekadar penyanyi jalanan, tapi para ahli seni yang mampu menginspirasi,” ujarnya.
Dia berharap KPJ Pangkep terus berkomitmen menjaga nilai-nilai solidaritas dan seni yang membangun karakter masyarakat.
“Selamat milad ke-14 untuk KPJ Pangkep. Semoga terus berkarya dan menjadi bagian penting dalam membina generasi muda menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Abdul Rahman Assegaf.


Tinggalkan Balasan