SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Kemajuan ekonomi di Desa Tondong Kura, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), menjadi bukti nyata bahwa kemandirian bisa tumbuh dari tanah sendiri.
Dengan memanfaatkan potensi alam secara bijak, masyarakat setempat berhasil mengubah desa pegunungan ini menjadi salah satu pusat ekonomi rakyat berbasis pertanian dan perkebunan yang tangguh.
Kepala Desa Tondong Kura, Muhammad Ikhlas, mengatakan sebagian besar lahan di desanya kini dikelola secara produktif oleh warga.
“Lahan kami dominan untuk pertanian dan perkebunan. Masyarakat menerapkan sistem tanam bergilir: padi lebih dulu, lalu kacang tanah. Begitu padi panen, lahan langsung diolah kembali untuk kacang,” ujarnya saat ditemui, Kamis (16/10/2025).
Menurut Ikhlas, sistem tanam bergilir itu menjaga kesuburan tanah sekaligus memastikan keberlanjutan hasil panen sepanjang tahun.
Produktivitasnya pun tergolong tinggi. Dari satu liter bibit kacang, warga bisa memanen hingga 12 liter, dengan rata-rata hasil mencapai dua ton per hektar. Dengan ratusan hektar lahan yang digarap, kacang tanah kini menjadi salah satu komoditas andalan warga di luar padi.
Selain padi dan kacang tanah, warga Tondong Kura juga mengembangkan sejumlah komoditas unggulan di sektor perkebunan.
“Kami punya durian sekitar lima hektar dengan lebih dari 700 pohon, cengkeh 20 hektar, kopi lima hektar, lada 20 hektar, dan kakao sekitar lima hektar,” tutur Ikhlas.
Keberagaman komoditas ini membuat ekonomi desa tetap berputar meski harga salah satu hasil bumi turun di pasaran. Banyak warga kini menggantungkan hidupnya dari hasil kebun, baik sebagai petani, buruh panen, maupun pedagang hasil bumi.
Perubahan ekonomi di Tondong Kura tampak nyata. Rumah-rumah warga yang dahulu sederhana kini banyak yang telah direnovasi.
“Hampir setiap rumah sudah punya sepeda motor, bahkan beberapa keluarga sudah mampu beli mobil,” kata Ikhlas.
Kemajuan itu juga berdampak pada menurunnya jumlah penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan beras untuk keluarga miskin (raskin).
“Banyak warga yang dulu penerima bantuan, sekarang sudah mandiri. Mereka bisa hidup dari hasil kebun sendiri,” ujarnya.
Pemerintah Desa Tondong Kura terus berupaya meningkatkan kualitas hidup warganya melalui pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk mendukung sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
Kini, hampir seluruh generasi muda desa tersebut menempuh pendidikan tinggi di Makassar maupun di luar daerah.
“Anak-anak kami sekarang banyak yang kuliah. Kesadaran akan pentingnya pendidikan sudah tumbuh. Ini modal besar untuk masa depan desa,” kata Ikhlas.
Dengan pemanfaatan lahan yang optimal, kerja keras masyarakat, dan dukungan pemerintah desa yang konsisten, Tondong Kura kini menjadi contoh desa mandiri di Kabupaten Pangkep. Dari padi hingga kacang, dari durian hingga cengkeh, seluruh hasil bumi menjadi saksi bagaimana kerja kolektif dan tekad bersama bisa mengubah wajah desa.
“Tondong Kura ini tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tapi juga secara cara berpikir. Kami ingin desa ini terus maju tanpa kehilangan akar dan kearifan lokalnya,” pungkas Ikhlas.


Tinggalkan Balasan