SimpulRakyat.co.id, Makassar – Pendapatan Daerah Kota Makassar dalam APBD Perubahan 2025 mengalami penurunan Rp485 miliar atau 9,02 persen. Meski demikian, Pemerintah Kota Makassar menegaskan program prioritas tetap berjalan tanpa pengurangan layanan publik.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut penurunan terbesar berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkurang Rp306,7 miliar akibat kebijakan subsidi listrik 50 persen dan penyesuaian retribusi kesehatan. Selain itu, transfer dari pemerintah provinsi juga terkoreksi Rp179 miliar.
“Pengurangan belanja bukan berarti mengurangi fokus. Justru kami menajamkan program prioritas agar defisit terkendali sesuai kapasitas fiskal daerah,” kata Munafri dalam rapat paripurna virtual, Rabu (3/9/2025).
Belanja daerah ikut disesuaikan dari Rp5,684 triliun menjadi Rp5,128 triliun. Pemangkasan terbesar terjadi pada belanja modal, terutama proyek yang sulit tuntas tahun ini seperti solar panel, motor sampah listrik, dan penataan kawasan Karebosi. Belanja tak terduga juga dikurangi dari Rp40 miliar menjadi Rp10 miliar.
Meski ada penyesuaian, Munafri memastikan sejumlah program strategis tetap berjalan. Antara lain pembangunan stadion, sekolah dan puskesmas, peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan di pulau, Universal Health Coverage (UHC), seragam sekolah gratis, serta Makassar Creative Hub.
Dari sisi pembiayaan, penerimaan hanya diperkirakan Rp230 miliar, turun Rp69 miliar akibat koreksi SILPA 2024. Tahun ini Pemkot tidak merencanakan pinjaman ataupun penyertaan modal BUMD.
“Pengelolaan fiskal butuh dukungan legislatif agar program tetap sampai ke masyarakat,” tandas Munafri.


Tinggalkan Balasan