SimpulRakyat.co.id, Luwu – Event Wisata Alam Luwu (WAL) 2025 yang digelar oleh Adhyaksa Trail Luwu and Friends menghadirkan kesan mendalam bagi salah satu pembalap srikandi, Intan Lusi Aboy. Rider asal Garut, Jawa Barat, itu mengaku puas bisa turut menjajal jalur ekstrem sekaligus menikmati keindahan alam Kabupaten Luwu.

Bagi Intan Aboy, yang dikenal sebagai pembalap perempuan muda bertalenta di dunia grasstrack dan enduro, pengalaman menaklukkan jalur WAL 2025 menjadi momen spesial.

“Track-nya benar-benar menantang, tanjakan dan jalur alamnya luar biasa. Saya sangat puas bisa ikut serta, apalagi atmosfer kebersamaannya terasa sekali,” ujar Intan di tengah jalur.

“Jalurnya seru banget, bermacam-macam, pokoknya mantap,” tambahnya.

Selain menyiapkan lintasan penuh tantangan, panitia juga menghadirkan tanjakan berhadiah bagi kelas Srikandi, Born Up, dan Build Up Open. Intan menjadi salah satu peserta yang turut menjajal kelas srikandi.

Event WAL 2025 juga memanjakan peserta dengan hadiah spektakuler, mulai dari 1 unit motor CRF, 1 unit motor KLX 140, 5 unit motor Revo, hingga hadiah hiburan senilai Rp25 juta untuk 125 peserta beruntung.

Keberadaan rider perempuan seperti Intan Lusi menambah warna tersendiri pada WAL 2025. Kehadirannya menjadi bukti bahwa dunia motor trail bukan lagi dominasi kaum pria.

Terpisah, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Luwu, Suryanto yang turut mengikuti Event kali ini memberikan apresiasi kepada Kejari Luwu yang telah menyuburkan semangat Olahraga di Luwu.

“Luar biasa jalurnya, pemandangannya mantap, saya harap semua Rider yang datang bisa menikmati. Ini kegiatan positif untuk anak muda. Kita support kegiatan seperti ini,” katanya.

Event yang diikuti 1.894 rider dari berbagai daerah tersebut dilepas langsung oleh Bupati Luwu, H. Patahudding, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Zulmar Adhy Surya, di depan Kantor Bupati Luwu, Belopa, Sabtu (13/9/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Luwu menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang menyalurkan hobi, namun juga sarana silaturahmi, promosi wisata, sekaligus penggerak ekonomi lokal. “Momentum ini diharapkan memberi kesan baik serta meningkatkan kecintaan para rider terhadap alam Luwu,” kata Patahudding.

Hal senada disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Luwu. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang komunikasi sosial inklusif sekaligus sarana memperkuat solidaritas antara pemerintah, lembaga, komunitas, hingga masyarakat.