SimpulRakyat.co.id, Makassar – Untuk pertama kalinya, tim Esports Kabupaten Luwu berhasil lolos ke ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVII 2026 setelah meraih tiket pada babak kualifikasi pra-porprov yang digelar di Makassar, 13, 14, dan 20 September 2025.
Prestasi ini menjadi catatan penting bagi kepengurusan Esports Indonesia (ESI) Luwu yang baru terbentuk sebulan terakhir di bawah kepemimpinan Adri Irawan Mus. Meski masih tergolong baru, tim berhasil menunjukkan kerja sama solid dan performa meyakinkan pada debutnya di arena resmi esports tingkat provinsi.
“Prestasi ini bukan untuk membuat kita star syndrome, tetapi menjadi motivasi untuk tetap rendah hati dan terus berusaha sebaik mungkin bagi Kabupaten Luwu. Kami sangat puas dengan kerja tim, terutama para atlet yang berjuang di babak kualifikasi ini,” kata Ketua Umum ESI Luwu, Adri, usai pertandingan playoff, Sabtu (20/9/2025).
Menurut Adri, lolosnya Luwu ke Porprov Sulsel XVII 2026 yang akan digelar di Wajo dan Bone merupakan bukti bahwa esports dapat menjadi cabang olahraga yang menjanjikan, sekaligus membanggakan daerah asal para atlet.
“Kami akan terus membina atlet agar lebih profesional dengan mengutamakan ABS, attitude before skill,” ujarnya.
Dia menambahkan, setelah pra-porprov, ESI Luwu berencana memperbanyak sosialisasi dengan menggelar turnamen di berbagai wilayah Kabupaten Luwu. Langkah itu sekaligus menjadi upaya menjaring lebih banyak pemain potensial.
Adri juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Luwu yang telah memberikan dukungan.
“Tanpa dukungan pemerintah dan KONI, kami tidak mungkin sampai di titik ini,” katanya.
Esports sendiri kian populer di kalangan generasi muda. Di Indonesia, cabang olahraga ini dipertandingkan sebagai ekshibisi di Asian Games 2018 dan semakin berkembang setelah Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) berdiri pada Januari 2020.
Selain sebagai ajang prestasi, esports juga diyakini memiliki manfaat sosial, mulai dari membangun komunitas, membina keterampilan sosial-emosional, hingga mendukung minat siswa pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).


Tinggalkan Balasan