SimpulRakyat.co.id, Makassar – Penelitian Stanford University, Amerika Serikat, mengungkap temuan ban bekas di atap-atap bangunan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab penyakit. Temuan ini diperoleh melalui pemantauan udara menggunakan pesawat tanpa awak atau drone.
Peneliti Stanford University, Morgan Tarpenning, memaparkan hasil penelitiannya itu di hadapan mahasiswa baru Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas), Rabu (13/8/2025) lalu.
Dia mengatakan, penggunaan drone memungkinkan tim peneliti menjangkau lokasi-lokasi yang sulit dideteksi dengan metode survei berjalan.
“Hasil awal menunjukkan, metode drone mampu mengidentifikasi jumlah ban bekas 2,4 kali lebih banyak dibandingkan survei darat. Sebanyak 22 persen di antaranya berada di lokasi yang sebelumnya tidak terpantau,” ujarnya.
Morgan menjelaskan, pemetaan tersebut membantu pemerintah dan masyarakat mengarahkan sumber daya kesehatan dan program pengelolaan sampah secara lebih efektif. Drone digunakan untuk memetakan titik-titik sampah yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.
Selain pemetaan visual, tim peneliti juga melakukan wawancara mendalam dengan 25 ibu rumah tangga di Kecamatan Tallo, serta menganalisis sekitar 500 data hasil survei kolaborasi Unhas dan Stanford University. Pendekatan ini bertujuan memahami persepsi, praktik, dan tantangan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan komunitas, baik pada musim kemarau maupun musim hujan.
Dekan FKM Unhas, Sukri Palluturi, menilai kehadiran Morgan sebagai narasumber internasional memberi pengalaman berharga bagi mahasiswa baru.
“Tidak hanya memahami permasalahan kesehatan lingkungan, tetapi juga bagaimana teknologi dan penelitian lapangan berpadu untuk melahirkan solusi bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Diketahui, Morgan merupakan peneliti penerima Fulbright Research Fellow dan Merigan Infectious Disease Fellow dari Stanford University yang melakukan riset di Makassar. (*)


Tinggalkan Balasan