SimpulRakyat.co.id, Takalar – Tim sepak bola Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) memutuskan meninggalkan lapangan dan menolak melanjutkan pertandingan melawan Takalar pada laga kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan ke-18.
Keputusan itu diambil sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan wasit yang dinilai tidak netral di Lapangan Makkatang Daeng Sibali, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Jumat (25/7/2025) kemarin.
Pertandingan yang berlangsung sejak sore itu sempat berjalan panas sejak babak pertama. Tim Pangkep menerima empat kartu kuning dan satu kartu merah hanya dalam 45 menit pertama.
Beberapa pemain sempat melayangkan protes kepada wasit dan hakim garis, menilai keputusan yang diambil tidak berdasar pelanggaran yang jelas.
Ketegangan memuncak saat gol yang dicetak oleh tim Pangkep dinyatakan tidak sah oleh wasit karena dianggap offside.
Official dan pelatih sempat memperlihatkan rekaman video dari penonton yang menunjukkan posisi pemain, namun keputusan wasit tidak berubah.
Pertandingan tetap dilanjutkan, dan skor masih imbang 0-0 hingga menit-menit akhir babak kedua.
Namun, insiden kembali terjadi saat wasit memberikan dua kartu kuning tambahan kepada pemain Pangkep dan menghadiahkan penalti untuk Takalar.
Lagi-lagi, pihak Pangkep menilai tidak terjadi pelanggaran di kotak penalti. Setelah memperlihatkan video insiden tersebut kepada perangkat pertandingan namun tidak direspons, manajemen tim memutuskan menarik seluruh pemain dari lapangan.
“Kami bukan takut kalah. Kalah atau menang hal biasa dalam sepak bola. Tapi ini soal proses dan integritas. Lima kartu, termasuk satu merah, hanya di babak pertama, itu sudah sangat minim alasan. Belum lagi gol kami dianulir tanpa pertimbangan yang jelas,” ujar Manajer Persi Pangkep, Ardan Aidin.
Menurut Ardan, pihaknya siap menyerahkan bukti berupa rekaman video kepada PSSI sebagai dasar laporan.
Dia menilai, tindakan wasit dan perangkat pertandingan berpotensi mematikan semangat dan masa depan para atlet muda.
“Ini bukan tentang skor 3-0 karena walkout. Kami sadar risikonya. Tapi kami tidak bisa membiarkan ketidakadilan jadi tradisi. Jika kualitas kualifikasi seperti ini, bagaimana kami bisa berharap pada perkembangan sepak bola Indonesia?” kata Ardan.
Pihaknya juga mendesak agar PSSI mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi terhadap wasit dan perangkat pertandingan yang dinilai tidak profesional.
“Jika perlu, cabut lisensi empat wasit ini. Ketidaknetralan tidak hanya merugikan tim kami, tapi juga mencederai semangat sportivitas Porprov. Ini bukan sekadar pertandingan, ini tentang masa depan sepak bola kita,” tandas Ardan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari panitia Porprov maupun Asprov PSSI Sulsel terkait insiden tersebut.


1 Komentar
Wasitnya masuk angin