SimpulRakyat.co.id, Luwu — Setelah lebih dari setahun tertatih akibat bencana alam yang memutus akses antar desa, dua jembatan penghubung di Kecamatan Latimojong akhirnya kembali berdiri kokoh.

Senin siang, 28 Juli 2025, harapan masyarakat Desa Kadundung dan Tobarru itu diresmikan langsung oleh Bupati Luwu, H Patahudding, dalam sebuah momen penuh haru dan rasa syukur.

Dibangun dengan struktur baja beton K-450, jembatan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu dan PT Masmindo Dwi Area (MDA) ini menjadi simbol kebangkitan pascabencana.

Dalam sambutannya, Bupati Patahudding menyebut pembangunan jembatan ini sebagai jawaban atas doa warga yang sekian lama terisolasi.

“Tahun lalu, banjir dan longsor menghanyutkan jembatan ini. Hari ini, dua jembatan kokoh berdiri,” ungkap Patahudding, disambut tepuk tangan warga.

Turut hadir menyaksikan peresmian penuh makna itu, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, Direktur Utama PT MDA Trisakti Simorangkir, unsur Forkopimda, para kepala OPD, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, hingga manajemen perusahaan.

Jembatan yang dibangun oleh PT Petrosea dan dioperasikan oleh PT Piranti Jagad Raya ini mampu menahan beban hingga 150 ton dan diperkirakan akan bertahan hingga 120 tahun ke depan.

Dirut PT MDA, Trisakti Simorangkir, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun daerah tambang yang berkelanjutan.

“Kami ingin keberadaan MDA di Latimojong memberi arti, bukan hanya secara ekonomi, tapi juga sosial. Jembatan ini tidak hanya menghubungkan desa, tapi menghubungkan ekonomi,” ucap Trisakti.

Bupati Patahudding menutup sambutannya dengan harapan besar. Ia menyampaikan agar sinergi seperti ini terus terjalin, termasuk dalam upaya pengaspalan jalan yang sangat dinanti warga.

“Jalan mulus adalah impian warga Latimojong. Kami mohon doa, agar MDA bisa terus menjadi mitra pembangunan, karena Latimojong juga bagian dari wajah masa depan Luwu,” tuturnya.

Kini, jembatan yang dulu hanyut oleh derasnya air bah, telah bangkit menjadi saksi kokoh bahwa kerja sama, doa, dan kepedulian bisa mengubah luka menjadi harapan.