SimpulRakyat.co.id, Makassar – Sekelompok mahasiswa Universitas Ciputra (UC) Makassar menunjukkan kontribusi nyata bagi pelaku usaha mikro di Kota Makassar.

Mereka sukses menyelesaikan program pendampingan terhadap Warung Nasi Kuning 555 milik Sartika, yang berlokasi di Jalan Penghibur nomor 20, tepatnya di depan Kios Semarang.

Melalui program Social Impact Challenge (SIC), enam mahasiswa, yaitu Vernon Franklin Hamdani, Ian Thomas Sumilat, Sachio Sutedja, Michael Gilbert Galla, Brilliant Tunardy, dan Ridho Akbar, turun langsung melakukan pendampingan menyeluruh di warung tersebut.

Tak sekadar melakukan observasi, mereka membawa pendekatan praktis berbasis keilmuan akuntansi. Tim merancang sistem pencatatan keuangan terstruktur untuk menggantikan metode konvensional yang selama ini digunakan Sartika.

“Pendampingan ini tidak hanya menyelesaikan masalah akuntansi, tapi juga memberi Ibu Sartika kemandirian mengelola keuangan warungnya secara berkelanjutan,” kata Brilliant Tunardy, salah satu anggota tim, kepada Simpul Rakyat.

Format pencatatan baru ini memungkinkan Sartika memisahkan dan melacak arus kas harian, mulai dari pemasukan penjualan, pengeluaran bahan baku, hingga biaya operasional lain seperti energi dan tenaga kerja.

Selain itu, tim juga melakukan analisis mendalam terhadap Harga Pokok Produksi (HPP) per porsi nasi kuning, termasuk perhitungan rinci atas setiap komponen biaya.

Hasilnya, Sartika kini memiliki pemahaman lebih baik soal margin keuntungan dari tiap produk yang dijualnya.

Menurut tim SIC, sistem keuangan yang lebih tertata memungkinkan pemilik usaha seperti Sartika mengambil keputusan strategis dengan lebih percaya diri.

Dia kini dapat menetapkan harga jual secara rasional, mengatur promo tanpa merugikan usaha, serta mengantisipasi fluktuasi harga bahan baku.

“Ini menjadi fondasi penting untuk memastikan keberlanjutan arus kas warung,” tambah Brilliant.

Meski sempat menghadapi tantangan, terutama dalam mengajak Sartika beradaptasi dengan sistem baru, semangat dan keterbukaannya menjadi faktor utama keberhasilan program ini.

Ke depan, tim berharap model pendampingan seperti ini dapat diterapkan lebih luas, khususnya bagi pelaku UMKM lain di Makassar yang membutuhkan dukungan serupa (*/Nasution).