SimpulRakyat.co.id, Parepare – Nama Ade Cahyadi kembali mencuat dalam dinamika pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Parepare. Namun bukan karena pencalonan dirinya, melainkan sikapnya yang kembali memilih mundur dari bursa ketua, untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Langkah mundur yang diambil Ade bukan karena ketidaksiapan atau minimnya dukungan. Sebaliknya, keputusan itu disebutnya sebagai bentuk komitmen terhadap masa depan organisasi.
“Saya ingin memastikan bahwa organisasi ini berkembang dengan arah yang lebih profesional dan berdaya guna bagi anggotanya,” ujar Ade saat ditemui di sela-sela Konferensi PWI Parepare IX, Sabtu (14/6/2025).
Sikap Ade menuai perhatian di kalangan peserta konferensi. Sosoknya dikenal sebagai jurnalis senior dengan visi kuat terhadap modernisasi organisasi.
Ia pernah merancang berbagai program kerja yang menekankan peningkatan profesionalisme wartawan, penguatan solidaritas internal, hingga adaptasi terhadap disrupsi teknologi media.
Meski tak berada di garis depan pencalonan, Ade tetap hadir dan aktif memberikan dukungan terhadap jalannya konferensi. Ia menekankan pentingnya figur pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata.
“Yang terpenting bukan siapa yang memimpin, tetapi bagaimana organisasi ini bisa lebih maju dan memberikan manfaat bagi para jurnalis,” tambahnya.
Dengan mundurnya Ade, pemilihan Ketua PWI Parepare berlanjut dengan dua nama yang bersaing ketat, yaitu Fatahuddin dan Abdul Razak Arsyad.
Dari 28 anggota PWI Biasa, 27 memberikan hak suara. Hasil akhir menunjukkan Fatahuddin meraih dukungan mayoritas dengan 18 suara, unggul atas Abdul Razak yang mengantongi 7 suara. Dua suara dinyatakan tidak sah.
Secara resmi, Fatahuddin menerima bendera pataka dan palu organisasi sebagai simbol estafet kepemimpinan PWI Parepare untuk periode 2025–2028.
Dalam sambutan perdananya, dia menegaskan komitmennya untuk memperkuat solidaritas dan profesionalisme wartawan di kota berjuluk Bandar Madani itu.
“Kami akan menjadikan PWI sebagai rumah bersama yang solid dan responsif terhadap perkembangan zaman,” tandas Fatahuddin di hadapan peserta konferensi. (**)


Tinggalkan Balasan