Simpulrakyat.co.id, Makassar – Puluhan Warga jalan Langgau lr.7 kelurahan Timungan Lompoa Kecamatan Bontoala kota Makassar mengeluhkan pelayanan PDAM, pasalnya sejak September 2024 lalu, suplai air bersih di wilayah tersebut mengalami gangguan.
Menurut keterangan warga setempat menyebutkan bahwa buruknya pelayanan perusahaan air minum milik daerah ini mulai terasa sejak 5 (lima) bulan lalu, tepatnya pada September 2024 air PDAM tidak mengalir sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga meminta tolong dari keluarga yang sumber airnya masih bersih,

“Airnya kotor dan keruh, sebenarnya sudah bertahun tahun kondisi seperti ini kami alami tapi kami masih menggaggap biasa, nanti pertengahan tahun kemarin (2024) persoalan ini mulai terasa meresahkan. Karena waktu musim kemarau lama air tidak mengalir, nanti sekitar Desember baru mulai mengalir lagi itupun kotor jadi kami kebanyakan tampung dulu airnya supaya mengendap kotorannya baru kita pakai.” terang warga kepada media Simpulrakyat.co.id, Rabu (5/3/2025) kemarin.
Lanjut warga, beberapa bulan terakhir ini, aliran air semakin parah, bukan hanya kotor tetapi juga bau karatan dan comberan. Alhasil warga tidak berani lagi menampung,
“Terpaksa ambil air ke rumah teman atau keluarga yang bersih airnya. Ada juga beberapa warga yang sudah bikin sumur bor untuk antispasi jangka panjang.” ujarnya.
Kondisi air kotor tersebut menghawatirkan warga setempat bahkan sudah beberapa kali melakukan aduan baik ke kantor cabang jalan Andalas maupun di kantor pusat jl. Ratulangi, namun hanya disuruh menunggu petugas datang untuk mengecek.
“Memang petugasnya datang turun ke lokasi tapi cuma foto foto, ambil keterangan warga katanya untuk laporan tapi masalah kami belum tertangani,
toh air bersih yang kami butuhkan juga belum disediakan.” dengus warga
Warga mengaku merugi karena setiap bulannya harus membayar iuran PDAM antara Rp.75 ribu hingga Rp.500 ribu walaupun airnya tidak digunakan karena kotor dan bau.
“Kami sebagai warga Makassar yang setiap bulannya membayar iuran air ke PDAM merasa dirugikan, airnya kita tidak pakai karena kotor dan bau sementara kalau telat bayar kita didondoro (desak) bahkan kena denda.” kesal warga.
“Kami berharap hal ini menjadi evaluasi bagi bapak Wali kota Makassar yang baru, agar melihat persoalan warga secara menyeluruh apalagi ini menyangkut kebutuhan air bersih bulan Ramadhan pula.” harap warga.
Saat dikonfirmasi melalui pesan wa, Kamis, (6/3/2025), Direktur Utama PDAM Makassar Benny Iskandar meminta alamat lengkap warga dan berjanji akan menindaklanjuti persoalan tersebut,
“Alamat lengkapnya pak, nanti kami tindak lanjuti.” singkat Benny melalui pesan Wa.
Selanjutnya, Benny mengatakan bahwa hasil identifikasi dari petugas di lokasi tersebut masih menggunakan pipa GI (Galvanis) yang sudah keropos yang menyebabkn air got masuk ke pipa saluran air PDAM sehingga pihak PDAM merencanakan melakukan rehabilitasi jaringan pipa di wilayah tersebut.
Reporter : Ilho


Tinggalkan Balasan