SimpulRakyat.co.id, Makassar – Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menggelar silaturahmi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH), serta Universitas Islam Negeri (UIN). Pertemuan ini berlangsung di Lobby Lantai 2 Polrestabes Makassar pada Senin (3/2/2025).

Dalam kegiatan ini, Kapolrestabes didampingi Plt Wakapolrestabes Makassar AKBP Darminto, Kasat Intelkam Kompol Sri Darwati, serta Kasat Narkoba AKBP Lulik Febryantara.

Pada kesempatan tersebut, Kapolrestabes Makassar mempersilakan para Ketua BEM untuk memperkenalkan diri serta menyampaikan aspirasi mereka. Salah satu perwakilan mahasiswa menyampaikan harapannya agar hubungan antara kepolisian dan mahasiswa dapat lebih harmonis. Mereka berharap kepolisian dapat menjadi pihak penengah dalam aksi unjuk rasa, sehingga demonstrasi dapat berjalan dengan tertib dan aman.

“Kami berkunjung ke Polrestabes Makassar ingin menjaga silaturahmi antara kepolisian, khususnya Polrestabes Makassar, dengan mahasiswa agar di lapangan bisa saling berkolaborasi dan bekerja sama. Harapannya, aksi unjuk rasa di Kota Makassar bisa berjalan dengan aman dan lancar,” ujar salah satu Ketua BEM.

Menanggapi hal tersebut, Kapolrestabes Makassar menegaskan bahwa tugas kepolisian adalah menjaga ketertiban dalam aksi unjuk rasa, sekaligus melindungi dan mengayomi masyarakat. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan ketertiban umum.

“Kepolisian memiliki tugas menjaga kamtibmas sehingga tidak ada yang dirugikan. Apalagi jika saat aksi unjuk rasa menutup jalan, itu dapat menghambat aktivitas masyarakat yang sedang mencari nafkah atau pulang kerja. Oleh karena itu, kami harus bertindak untuk membubarkan massa aksi apabila sudah melewati batas waktu yang ditentukan, yaitu pukul 18.00 WITA,” jelasnya.

Kapolrestabes juga berharap Kota Makassar tetap kondusif dan bebas dari aksi anarkis dalam demonstrasi. Ia menekankan bahwa menjaga ketertiban dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama, baik pihak kepolisian maupun mahasiswa.

“Kami berharap Kota Makassar steril dari tindakan anarkis saat unjuk rasa, agar fasilitas publik tetap terjaga dengan baik dan masyarakat merasa aman,” tutupnya. (*)