SimpulRakyat.coid, Makassar – Hujan deras yang mengguyur Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di empat kabupaten dan kota. Pemerintah provinsi pun menetapkan status tanggap darurat untuk wilayah terdampak.

“Iya, empat daerah terdampak banjir, yakni Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, dan Pangkep,” ujar Kepala BPBD Sulsel, Amson Pandolo, kepada wartawan, Rabu (12/2/2025).

Data BPBD Makassar mencatat sebanyak 325 kepala keluarga (KK) atau 1.255 jiwa terdampak banjir. Mereka tersebar di Kecamatan Manggala, Biringkanaya, Tamalanrea, dan Tamalate.

Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Fadjry Djufry, menyatakan bahwa pemerintah provinsi telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di empat daerah tersebut.

“Dari Pemprov dan Bupati Maros sudah memberikan bantuan. Paling tidak ini sebagai langkah tanggap darurat. Ke depan, perlu dipikirkan solusi permanen secara bersama oleh pemimpin definitif nantinya,” kata Fadjry saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Manggala.

Fadjry menegaskan pentingnya koordinasi antara kepala daerah untuk mencari solusi jangka panjang terhadap banjir yang kerap terjadi di Sulsel.

“Maros dan Pangkep juga terdampak. Pendekatan penanganannya harus terintegrasi dari hulu ke hilir, karena ini berulang setiap tahun. Kita tidak ingin ketika masuk bulan November, Desember, dan Januari, Sulawesi Selatan tenggelam,” tegasnya.

Menurut Fadjry, salah satu penyebab utama banjir di Sulsel adalah pendangkalan Daerah Aliran Sungai (DAS), selain faktor lingkungan di sekitar Kota Makassar.

“Pasti ini bukan hanya satu faktor. Kita harus melihat DAS mana yang memberikan kontribusi besar terhadap banjir ini. Pendangkalan DAS dan pengaruh lingkungan sekitar juga menjadi penyebabnya,” jelasnya.

Ia pun menekankan perlunya solusi permanen agar banjir tahunan dapat diminimalisir.

“Oleh karena itu, mitigasi perlu diperkuat supaya dampak banjir ini tidak terus berulang. Pemkot, Pemprov, dan Kementerian PU harus duduk bersama mencari solusi,” pungkasnya. (*)