SimpulRakyat.coid, Makassar – Banjir yang melanda Kota Makassar dan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), merendam ribuan rumah dan memaksa 1.711 jiwa mengungsi ke tempat lebih aman.

Selain di dua wilayah tersebut, bencana serupa juga terjadi di Gowa, Luwu, Soppeng, dan Pinrang.

Berdasarkan laporan Tim Assessment Dinas Sosial Kota Makassar, Kecamatan Manggala menjadi wilayah terdampak paling parah dengan jumlah pengungsi mencapai 1.070 jiwa (290 KK) yang tersebar di 15 titik pengungsian.

Tiga lokasi pengungsian terbesar berada di Masjid Jabal Nur, Masjid Al Mukarramah, dan Komplek Ikhwah.

Di Kecamatan Biringkanaya, tercatat 371 jiwa (110 KK) mengungsi di lima titik pengungsian, dengan jumlah terbesar berada di Masjid Grand Rahmani yang menampung 163 jiwa (50 KK).

Sementara itu, di Kecamatan Tamalate, sebanyak 270 jiwa (74 KK) bertahan di Masjid Al Ikhlas.

Menanggapi bencana ini, Kementerian Sosial (Kemensos) mengirimkan bantuan logistik senilai Rp1,04 miliar dari Lumbung Sosial di Regional Makassar ke Dinas Sosial Provinsi Sulsel sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi banjir akibat intensitas hujan yang meningkat di wilayah tersebut.

“Kemensos hari ini mengirimkan bantuan dari Lumbung Sosial Kemensos di Regional Makassar ke Dinas Sosial Sulawesi Selatan. Bantuan ini berupa kebutuhan dasar kedaruratan,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul di Jakarta, Rabu (12/2/2025).

Bantuan yang dikirimkan mencakup 1.500 paket makanan siap saji, 400 lembar selimut, 400 lembar kasur, 350 lembar tenda gulung, 20 unit tenda keluarga, 400 paket kids ware, 300 paket family kit, 200 paket sandang dewasa, serta 3 unit lampu sorot stagger.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu para pengungsi di tiga kecamatan terdampak di Kota Makassar, yakni Manggala, Biringkanaya, dan Tamalate.

Gus Ipul menegaskan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana yang telah disusun oleh Kemensos.

Selain itu, kata Gus Ipul, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kami akan memantau kondisi di lapangan dan jika diperlukan tambahan bantuan, kami siap menyalurkannya segera. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi petugas,” pungkasnya. (*)