SimpulRakyat.co.id, Makassar – Kreativitas kelompok emak-emak di Kota Makassar dalam mengolah limbah daur ulang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi berhasil mencuri perhatian Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Yuni Moraza.
Dalam kunjungannya ke klasterisasi usaha daur ulang limbah plastik yang dikelola nasabah PNM Mekaar di Makassar, Helvi memberikan apresiasi atas inovasi dan kepedulian lingkungan yang ditunjukkan oleh komunitas ini.
“Sangat bagus masih ada ibu-ibu yang peduli akan lingkungan sekaligus menghasilkan produk usaha untuk membantu ekonomi keluarganya,” ujar Helvi, Selasa (21/1/2025).
Program klasterisasi ini digagas oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui pembinaan nasabah PNM Mekaar. Dipimpin oleh Salbiawati Salim, sebanyak 23 ibu-ibu tergabung dalam kelompok yang aktif mengolah limbah plastik menjadi produk kreatif, seperti pot bunga dan kerajinan tangan lainnya.
Berawal dari Bank Sampah yang dikelola Salbiawati, para ibu-ibu sekitar mulai “menabung” sampah, seperti botol plastik, yang kemudian diolah menjadi barang bernilai jual. Dukungan dari PNM Mekaar menjadi titik balik perkembangan usaha ini.
“Kita mau berbuat sesuatu tanpa dukungan dana jadi terkendala. Setelah bergabung dengan Mekaar pada 2019, banyak perubahan terjadi. Sekarang kami punya mesin jahit dan bisa mengembangkan usaha jadi lebih variatif, termasuk membuka warung sembako,” cerita Salbiawati.
Di setiap Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), anggota kelompok saling berbagi pengalaman dan solusi atas kendala usaha. Keakraban dan solidaritas kelompok menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan komitmen PNM untuk terus mendukung keberlanjutan lingkungan melalui klasterisasi usaha berbasis daur ulang. Menurutnya, PNM tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga pendampingan yang terintegrasi untuk meningkatkan skala usaha.
“Kami ingin menciptakan wirausaha yang kreatif, inovatif, dan peduli lingkungan. Program klasterisasi usaha ini juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan dampak lebih luas,” tandas Arief. (*)


Tinggalkan Balasan