SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkep dari Partai Gerindra, Rahmat, yang mewakili daerah pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Liukang Kalmas dan Liukang Tangaya, membantah tudingan terkait janji politik untuk pembangunan tanggul penahan ombak di Pulau Pamalikang, Desa Sabaru, Kecamatan Liukang Kalmas.

“Saya tidak pernah ketemu itu Rahmatullah, kok dia bisa bicara tentang saya? Kalau dihitung dari saya (baru menjabat) setelah PAW (Pergantian Antar Waktu), saya baru berjalan satu tahun. Jadi, dalam kapasitas apa saya berjanji tiga tahun lalu?” tegas Rahmat kepada Simpul Rakyat di Pangkajene, Jumat (27/12/2024).

Rahmat juga menekankan bahwa sebagai anggota DPRD, ia bukanlah pengguna anggaran. Meski begitu, ia membuka peluang untuk mengusulkan pembangunan tanggul melalui mekanisme reses.

“Adapun soal pembangunan kita paham betul bahwa DPRD bukanlah pengguna anggran. Jadi untuk soal abrasi, insya Allah saya bisa mengusulkan (pembangunan tanggul penahan ombak) melalui hasil reses sebagai Anggota DPRD,” terangnya.

“Kami sadar betul soal ancaman abrasi itu, tapi yang namanya pembangunan itu tentu tidak bisa disulap sekaligus langsung jadi, dalam hal ini pemerintah dan Anggota DPRD terus berusaha agar soal abrasi di pulau-pulau itu semuanya bisa kita buatkan tanggul penahan abrasi,” tambah Rahmat.

Di sisi lain, Rahmat memberikan apresiasi kepada Rahmatullah, tokoh pemuda Desa Sabaru, yang menurutnya memiliki peran besar dalam pembangunan desa.

“Ini Rahmatullah saya dengar memang tokoh pemuda yang hebat, apa lagi cukup besar perannya di Desa Sabaru. Seharusnya itu juga diusulkan melalui Musrenbang Desa,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, tokoh pemuda Desa Sabaru, Rahmatullah menyampaikan kekecewaannya terkait apa yang dianggapnya sebagai janji politik Rahmat. Ia menyebut bahwa janji pembangunan tanggul di Pulau Pamalikang sudah disampaikan tiga tahun lalu namun belum terealisasi hingga kini.

“Kami masih menagih janji anggota DPRD yang saat itu berkomitmen memperjuangkan pembangunan tanggul penahan ombak di Pulau Pamalikang. Janji ini disampaikan tiga tahun lalu, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut, meski beliau sudah terpilih kembali,” ungkap Rahmatullah ke media ini, Kamis (26/12/2024) kemarin.

Rahmatullah berharap, Pemerintah Kabupaten Pangkep, khususnya para wakil rakyat dari daerah pemilihan tersebut, segera mengambil langkah konkret untuk menangani abrasi yang kian mengancam keberlangsungan hidup masyarakat pulau-pulau kecil di wilayah Supermonde, termasuk Kecamatan Liukang Kalmas dan Liukang Tangaya.