SimpulRakyat.co.id, Luwu – Kegiatan Bimbingan Teknis bagi Tim Percepatan Penurunan Stunting (Bimtek TPPS) Desa se-Kabupaten Luwu telah masuk di hari keempat. Berbagai komentar positif datang dari peserta.

Resky (35) yang merupakan Kader KB sejak tahun 2015 hingga saat ini dari Desa Lare-lare, Kecamatan Bua, mengaku bersyukur dapat mengikuti Bimtek bagi TPPS Desa tersebut. Menurutnya, Bimtek ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan anggota TPPS lainnya.

“Saya sangat mengapresiasi dan bersyukur pak, Alhamdulillah dengan adanya Bimtek ini tentunya kami selaku tim PPS di desa lebih memahami cara tepat dalam pencegahan dan penanganan kasus stunting atau pun gejala stunting seperti gizi buruk,” ungkapnya.

Senada dengan Resky, Sri Karmila (35) merupakan Sekdes Karang-Karangan, juga berasal dari kecamatan Bua. Sri kepada wartawan mengungkapkan bahwa kegiatan Bimtek bagi TPPS tingkat Desa ini sangat membantu bagi Tim PPS.

“Di sini kita belajar cara yang tepat dan cepat dalam penanganan penurunan stunting, di desa kami pak, yaitu Desa Karang-Karangan, pernah berstatus sona Kuning dengan adanya 30 anak yang positif stunting pada tahun 2023. Dan Alhamdulillah saat ini sudah berkurang, kami terus melakukan upaya penanganan pemulihan dan pencegahan,” ucap Sri Karmila.

Tak sampai disitu, KPM Desa Padang Tuju, yakni Eka (35) yang telah bertugas selama empat tahun, Eka menceritakan adanya tujuh anak yang mengalami gizi kurang di desanya. Namun menurutnya, saat ini, ketujuh anak tersebut telah pulih.

“Sebenarnya sudah tidak ada ada anak yang mengalami gizi kurang ataupun stunting. Tapi mungkin karena laporan dari tim PPS di desa kami tidak konek ke pemerintah kabupaten ataupun pusat,” urainya.

Sehingga menurut Eka. Semua itu dikarenakan metode dan cara membuat laporan secara teknis terkait stunting tidak update, melalui Bimtek ini, dirinya baru mengetahui dengan jelas.

“Kegiatan ini telah memberikan kami banyak solusi sehingga dalam waktu dekat ini kami akan adakan rapat di desa karena kami telah mendapat petunjuk dan sistem termasuk metode laporan khususnya penanganan yang tepat dan benar. Intinya Bimtek ini sangat membantu tim PPS dalam penanganan percepatan penurunan stunting,” tutupnya.

Belum cukup di situ, Wati, (35) sebagai Kader Pembantu Keluarga Berencana Desa Lengkong, juga mengungkapkan pada tahun 2014 lalu di desanya ada satu anak yang mengalami gizi kurang. Namun, saat ini sudah tidak ada lagi, meski demikian ungkap Hasna, tim PPS di desanya sangat mengapresiasi kegiatan Bimtek ini.

“Meskipun di desa kami sudah tidak ada lagi kasus gizi kurang namun kami sangat butuh bimbingan khususnya cara mendeteksi dan upaya pencegahan. Termasuk kerjasama tim PPS dari semua pihak. Sebelumnya, kami tidak terlalu memahami secara signifikan baik itu sistem laporan dan mendeteksi anak yang terjangkit. Namun Alhamdulillah setelah adanya bimtek ini adalah yang kami kutip,” tandasnya.

Untuk diketahui, perwakilan Desa-desa di Kabupaten Luwu mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa se-Kabupaten Luwu Tahun Anggaran 2024.

Lima orang peserta perwakilan setiap desa terdiri dari Ketua TP-PKK, Sekretaris Desa, Bidan Desa, KPM dan PPKBD.

Dibuka di Aula Bappelitbangda Kabupaten Luwu, sejak Jumat, 13 Desember lalu, kegiatan rencana akan digelar hingga Rabu, 18 Desember mendatang.