SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Budiamin, disinyalir ‘main’ proyek miliaran di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pangkep.

Hal tersebut disampaikan Konsultan Disdikbud, Irsan, saat media ini mengonfirmasi terkait progres fisik proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp1,49 miliar tahun anggaran (TA) 2023 di  SMPN 1 Liukang Tangaya, Kelurahan Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya.

Irsan mengungkapkan adanya peran Budiamin dalam proyek tersebut, terutama dalam penyediaan material dan mobiler.

“Secara progres bangunan fisiknya sudah 100 persen, yang pengadaan masih sementara pak Budi (Budiamin-red) lengkapi sampai saat ini, di antaranya mobiler sama genset,” ungkap Irsan saat dihubungi Simpul Rakyat, Kamis (7/11/2024) kemarin.

Kondisi bangunan ruang laboratorium komputer SMPN 1 Liukang Tangaya. (Foto: Ist).

Irsan juga membenarkan bahwa nama perusahaan yang digunakan dalam proyek ini adalah CV Al Fariz Perkasa. Namun, menurutnya, perusahaan tersebut hanya dipakai atas nama saja, dan Budiamin yang sebenarnya mengatur sebagian besar pelaksanaan proyek, termasuk pembayaran upah pekerja serta pembelian material bangunan.

“Iya pak, sebenarnya atas nama perusahaan CV Al Fariz Perkasa, tapi pak Dewan, pak Budi (Budiamin) yang pakai (perusahaan). Jadi untuk fisiknya sudah 100 persen, tapi masih ada dengan catatan untuk melengkapi mobiler dan genset,” ungkap Irsan.

Saat serah terima pekerjaan, kata Irsan, fasilitas mobiler belum tersedia dan toilet di SMPN 1 Liukang Tangaya belum dapat difungsikan.

“Waktu serah terima pekerjaan, belum ada sama sekali mobilernya, tapi pak Budi berkomitmen untuk segera mengirimnya. Masa kerja proyek ini adalah 150 hari, namun belum dipakai saat ini karena terkendala belum ada mobiler,” ujarnya.

Kondisi bangunan toilet SMPN 1 Liukang Tangaya. (Dok: Ist)

Di sisi lain, Direktur CV Al Fariz Perkasa, Rahmat, awalnya mengaku tidak mengetahui proyek ini. Namun, dia kemudian mengonfirmasi perusahaannya terlibat dalam pengerjaan tersebut, sambil membantah adanya campur tangan langsung Budiamin.

“Saya yang kemarin yang kerjakan, meski pun pak Budi kemarin ada anggotanya di sana (Sapuka) yang bantu saya. Pak Budi tidak ada perannya di proyek ini,” kilahnya.

Baca Juga: Telan Anggaran Rp1,49 Miliar, Proyek DAK SMPN 1 Liukang Tangaya Belum Siap Pakai

Senada dengan itu, Budiamin juga membantah terlibat langsung dalam pekerjaan fisik proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa perannya hanya sebatas membantu memfasilitasi pengadaan material dan mencari pekerja di kampung halamannya.

“Beliau (Direktur CV Al Fariz Perkasa) meminta tolong untuk memfasilitasi semua materialnya, begitu. Jadi peran saya hanya sebatas memfasilitasi. Jadi, ada perusahaan pemenang kemarin itu, saya rasa tidak ada masalah dalam pekerjaan itu,” katanya.

“Saya hanya memfasilitasi membantu teman-teman mencarikan pekerja di sana, karena itu kampung saya. Pembuktiannya secara administrasi apakah saya bertandatangan di situ (kontrak) atau bukan,” tambahnya.

Dia juga menegaskan bahwa dirinya hanya sebatas pengusul proyek berdasarkan hasil reses, tanpa ada peran langsung dalam pengerjaan proyek.

“Saya tidak ada hubungan dengan pekerjaan itu. Saya yang mengusulkan (proyek itu) ke pusat berdasarkan hasil reses,” kata dia.

“Jangan sampai ada kesan ke teman-teman saya ini yang kemarin yang saya fasilitasi ada intervensi ke situ, atau ke sayalah misalnya,  karena dianggap saya yang mengusulkan dan memfasilitasi (proyek),” pungkas Budiamin.

Hingga berita ini diterbitkan, Simpul Rakyat masih berupaya menghubungi Kepala Disdikbud Pangkep, Sabrun Jamil, namun ia belum merespons panggilan dari media ini.

Sekadar diketahui, rincian anggaran proyek tersebut mencakup pembangunan ruang laboratorium komputer sebesar Rp579,4 juta, ruang UKS Rp230,6 juta, ruang tata usaha Rp503,5 juta, dan toilet Rp183,3 juta, dengan total anggaran mencapai Rp1,49 miliar.